web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Erick Thohir Sebut Ada Kejutan dari Jokowi Awal Tahun 2021

Jumat, 3 Juli 2020 14:58 WIB

Menteri BUMN Erick Thohir. (Wahyu Putro A/Antara)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Menteri BUMN Erick Thohir, saat sedang memaparkan target dan rencana Indonesia pada 2045, mengatakan, Presiden Joko Widodo sedang menyiapkan surprise atau kejutan.

Erick menyebut, Indonesia diproyeksikan menjadi negara dalam 5 besar ekonomi terkuat dunia pada 2024. Hal ini tak lepas dari bonus demografi dan juga kekayaan sumber daya alam (SDA) yang dimiliki.

"2045 itu katanya kita jadi Top 4 atau 5 Country dalam arti ekonomi di dunia," ujar Erick dalam diskusi virtual yang diselenggarakan Kingdom Business Community pada Kamis (2/7/2020).

Erick menyampaikan sejumlah perubahan juga tentu akan terjadi pada 2045 yang meliputi pertumbuhan penduduk dunia mencapai 9,45 miliar orang (Asia 55 persen), urbanisasi dunia, peranan emerging economics, pedagangan internasional, kelas menengah, persaingan SDA, teknologi, perubahan iklim, dan perubahan geopolitik. Indonesia sendiri diproyeksikan memiliki populasi penduduk sebanyak 319 juta jiwa dengan usia harapan hidup hingga 75,5 tahun dan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,7 persen.

"Yang menarik banyak pengamat bilang kita ada potensi luar biasa sebab market besar dan SDA luar biasa," kata Erick.

Teknologi menjadi hambatan pertama untuk menjadi negara besar pada 2045. Oleh karenanya, presiden meminta pengembangan percepatan teknologi terus dilakukan. Erick menyebut tanpa teknologi, sektor logistik Indonesia tidak kompetitif dan kalah bersaing dari negara lain.

Presiden Jokowi, kata Erick, telah melakukan upaya antisipasi perpindahan investasi Cina ke negara lain dengan menyiapkan kawasan industri Batang di Jawa Tengah.

"Ada terobosan di Batang yakni klaster  investasi teknologi tinggi akan dapat kompensasi lebih besar, mohon maaf, daripada industri sepatu," ucap Erick.

Erick mengatakan, Indonesia yang memiliki kekuatan pasar yang besar dan SDA tinggal memperbaiki mata rantai pasokan dan mempercepat pengembangan teknologi untuk sektor logistik. Erick menilai Asia juga akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dunia ke depan.

"Makanya kita tidak boleh hanya jadi market, kita harus jadi negara produksi dan manufacturing," ungkap Erick.

Dari sisi urbanisasi, kata Erick, perpindahan ibu kota baru di Kalimantan merupakan bagian dalam mengubah demografi bangsa yang selama ini hanya terpusat di Pulau Jawa. Erick menyebut pembangunan di daerah lain juga harus terus dilakukan.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel lainnya

dewanpers