web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Sebaran Covid-19 Meningkat, Jabar Terapkan PSBM

Jumat, 3 Juli 2020 13:49 WIB Nur Khansa Ranawati

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (Istimewa)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM -- Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan terus menerapkan pembatasan mobilitas warga di provinsi tersebut terkait Covid-19

Hal tersebut dilakukan terutama karena angka reproduksi Covid-19 di Jabar dilaporkan meningkat sejak 1 Juli.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan, pembatasan sosial akan dilakukan dalam skala mikro di daerah yang masih dinilai rentan terhadap penyebaran Covid-19. Ketatnya pembatasan tergantung dari kondisi masing-masing wilayah.

"PSBB (pembatasan sosial berskala besar) tidak perlu lagi izin pusat, jadi keputusannya akan ada di provinsi. Kami sudah koordinasi dengan kabupaten/kota agar melakukan pengetatan dalam level mikro atau PSBM (pembatasan sosial berskala mikro)," ungkap Ridwan Kamil di Gedung Pakuan Bandung, Jumat (3/7/2020).

PSBM tersebut akan diselenggarakan setidaknya dua pekan ke depan di sejumlah daerah yang terdeteksi sebagai zona merah atau hitam. Sementara daerah lainnya tetap melakukan pembatasan sesuai dengan level kewaspadaan masing-masing.

"Semua tetap ketat, hanya tidak berbasis skala besar lagi, karena tidak fair memperlakukan (pembatasan ketat) ke seluruh wilayah sementara ada yang sudah betul-betul aman terkendali," ungkapnya.

Sementara wilayah Bodebek, kata dia, tetap melaksanakan PSBB sesuai dengan aturan yang ditetapkan DKI Jakarta. Sejauh ini mayoritas wilayah Bodebek masih berada dalam level kewaspadaan zona kuning.

"Itulah mengapa Jabar enggak memberhentikan PSBB, makanya Bodebek dilanjutkan. Kalau ditanya apakah PSBB dilanjut, iya, di Bodebek. Yang lain berbasis PSBM," ungkapnya.

Sementara itu, Pakar Epidemiologi Departemen Ilmu Kesehatan Fakultas Kedokteran Unpad Bony Wiem Lestari mengatakan, angka reproduksi efektif Covid-19 di Jabar berada di angka 1,1 sejak 1 Juli 2020.

"Hal ini menandakan kita semua harus waspada dan masih akan ada peningkatan kasus positif dalam satu bulan ke depan," ungkapnya.

Editor: Adi Ginanjar Maulana

artikel lainnya

dewanpers