web analytics
  
Banner Kemerdekaan

"Segel" Gedung Yayasan, Mahasiswa Tel-U Tuntut Keringanan Biaya Kampus

Jumat, 3 Juli 2020 12:30 WIB Nur Khansa Ranawati

"Segel" Gedung Yayasan, Mahasisa Tel-U Tuntut Keringanan Biaya Kampus (Ayobandung.com/Nur Khansa)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM -- Puluhan mahasiswa Telkom University yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Telkom menggelar aksi di depan gedung Yayasan Pendidikan Telkom (YPT), Jalan Citarum, Bandung, Jumat (3/7/2020).

Aksi tersebut ditujukan untuk menuntut pihak kampus agar dapat meringankan biaya penyelenggaraan pendidikan (BPP) semester ganjil 2020/2021.

Berdasakan pantauan Ayobandung.com, para mahasiswa membawa serta sejumlah spanduk aspirasi. Salah satunya berbunyi "Gedung Ini Disegel Mahasiswa Tel-U".

Salah satu peserta aksi yang enggan disebutkan namanya mengatakan, aksi yang telah dimulai sejak sekitar pukul 9 pagi tersebut akan dilanjut di depan gedung Telkom Jalan Japati Bandung. Pasalnya, aksi yang dihadiri 57 perwakilan mahasiswa di depan gedung yayasan belum membuahkan hasil.

"Kami tadi sudah bertemu perwakilan YPT untuk menyampaikan tuntutan, tapi jawabannya normatif. Tadinya bila (tuntutan) diterima kami akan pulang, tapi karena tidak ada hasil jadi kita lanjut," ungkanya.

Ia mengatakan, ada lima tuntutan yang diajukan Aliansi Mahasiswa Telkom. Selain meminta keringanan BPP semester ganjil, pihaknya juga enuntut transparansi laporan keuangan hingga meminta adanya penerapan protokol kesehatan di area kampus.

Kelima tuntutan tersebut adalah :
1. Kampus memberikan transparansi laporan keuangan tahunan, rencana kerja manajerial, dan rencana kerja anggaran sebagaimana dimaksud dalam Statuta Tel-U 2017. 
2. Memberikan pemotongan BPP 50% seluruh mahasiswa. 
3. Mengalokasikan bantuan dari Kemendikbud 100% untuk mahasiswa yang orang tua/wali terkena PHK atau meninggal dunia akibat pandemi Covid-19.
4. Kembalikan biaya asrama selama masa pandemi dan memberikan keleluasaan bagi mahasiswa baru untuk kuliah online di tempat masing-masing. 
5. Menerapkan protokol kesehatan untuk aktivitas di dalam kampus.

Ia mengatakan, sebelumnya pihak BEM Tel-U bersama Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Kema Tel-U telah melakukan audiensi dengan pihak kampus terkait tuntutan tersebut sebanyak dua kali. Namun, belum ada kesepakatan yang dihasilkan dari pertemuan tersebut.

"Yang sekarang pun belum ada titik temu. Mereka (pihak YPT) tadi berjanji untuk memberikan peringatan ke kampus untuk memenuhi tuntutan, tapi mereka enggan tandatangan di atas materai," ungkapnya.

Editor: Rizma Riyandi

artikel lainnya

dewanpers