web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Isi Waktu Luang, Pasutri di Purwakarta Bisnis Olahan Tutut

Jumat, 3 Juli 2020 06:19 WIB Dede Nurhasanudin

Tutut (Ayopurwakarta.com/Dede)

PURWAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Di masa pandemi Covid-19 ini banyak orang terpaksa bertahan di rumah dan menghindari aktifitas di luar rumah. Bahkan sekolah-sekolah baik formal maupun nonformal diliburkan sementara selama masa pandemi.

Banyaknya waktu di rumah digunakan pasangan suami istri Sri Ratnasari dan Asep Sandia Azhar untuk membuka usaha. Dua tenaga honorer di salah satu SMK di Purwakarta itu mengolah tutut menghasilkan nilai ekonomi.

"Berdiam diri di rumah tentu suatu hal yang membosankan, karena kegiatan belajar dipindahkan ke rumah sementara waktu, di samping melakukan pembinaan para siswa kemudian kami berinisiatif membuka peluang usaha, yaitu dengan mengolah tutut ini," ujar Sri Ratnasari, Kamis (2/7/2020).

Sebelum diolah, ia mengaku mencari tutut terlebih dahulu bersama suaminya di sungai atau area persawahan yang tak jauh dari rumah. Setelah sudah terkumpul kemudian tutut dibersihkan dan direndam selama tiga hari agar bau amisnya hilang.

"Selama tiga hari itu, airnya diganti satu hari tiga kali," kata perempuan yang akrab disapa Ncie itu.

Setelah itu, tutut kemudian direbus lalu ditambahkan aneka bumbu dapur seperti bumbu penyedap rasa, kunyit dan sereh. Ncie menambahkan, merebus tutut membutuhkan waktu lama agar bumbunya meresap hingga ke bagian dalam.

"Kalau sudah, kemudian tutut dikemas ke dalam sebuah wadah yang sudah disiapkan," ucap dia.

Tutut hasil olahan Ncie ini dinami Tutut Kucrit yang memiliki dua varian rasa, yaitu rasa pedas dan original. Adapun pemasaran, ia mengaku memanfaatkan media sosial seperti facebook dan instragram.

"Alhamdulilah sudah banyak yang pesan, satu cup saya jual Rp5.000, setiap hari tak kurang dari 50 cup," kata dia.

Diketahui, tutut atau keong sawah sudah dikenal sejak dahulu oleh masyarakat Indonesia yang ampuh mengobati berbagai penyakit. Tutut sendiri menjadi salah satu hidangan jadul yang hingga kini masih menjadi favorit masyarakat, terutama masyarakat Jawa Barat.

Tutut dikenal sebagai jenis keong sawah yang kaya akan nutrisi. Beberapa hasil penelitian para ahli, menyebut, tutut mengandung kalsium yang lebih tinggi ketimbang susu. Sebanyak 217 mg kalsium terdapat dalam daging tutut.

Editor: Rizma Riyandi

artikel lainnya

dewanpers