web analytics
  

Bupati Tasik: Kenaikan BPJS Tidak Bijak

Jumat, 3 Juli 2020 05:56 WIB Irpan Wahab Muslim
Umum - Regional, Bupati Tasik: Kenaikan BPJS Tidak Bijak, BPJS Kesehatan,kenaikan iuran BPJS Kesehatan,Defisit BPJS Kesehatan,Pemkab Tasikmalaya

Ilustrasi (Ayotasik.com/Irpan Wahab)

TASIKMALAYA, AYOBANDUNG.COM -- Terhitung mulai Rabu (1/7/2020), pemerintah pusat kembali menaikan tarif iuran BPJS kesehatan yang sebelumnya sempat dibatalkan oleh Mahkamah Agung. Kenaikan tarif di tengah pandemi Covid-19 itu pun menulai kritikan dari Pemkab Tasikmalaya. Bahkan Pemkab Tasikmalaya menilai kebijakan itu tidak bijak.

Kebijakan kenaikan tarif BPJS kesehatan tersebut dikeluarkan pemerintah pusat melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 64 tahun 2020 tentang Perubahan Kedua Atas Perpres Nomor 82 tahun 2018 mengenai Jaminan Kesehatan.

Kelas yang mengalami kenaikan hanya iuran BPJS kesehatan kelas satu dan kelas dua yang tarifnya naik masing-masing 85,18% dan kelas dua naik 96,07%. Iuran BPJS mandiri kelas satu naik dari Rp 81 ribu menjadi Rp 150 ribu. Sedangkan iuran bpjs kelas dua naik dari Rp 51 ribu menjadi Rp 100 ribu. Sementara iuran bpjs kelas tiga tidak mengalami kenaikan untuk tahun ini.

Atas kebijakan yang diambil pemerintah pusat itu, Bupati Tasikmalaya Ade Sugianto menganggap kenaikan tarif iuran BPJS kesehatan kurang bijak. 

"Karena masyarakat saat ini pasti masih harus berhadapan dengan dampak sosial ekonomi akibat pandemi Covid-19," ungkap Ade, Kamis (2/7/2020).

Ditambahkan Ade, pemerintah Kabupaten Tasikmalaya sudah mengeluarkan anggaran Rp 3 miliar lebih untuk membantu biaya kesehatan warga miskin setiap tahunnya. Anggaran untuk program UPCPK lebih besar daripada untuk pembiayaan BPJS Kesehatan.

"Mereka yang tidak tercover dalam bpjs kesehatan, berhak mendapat layanan ini tanpa harus kesulitan mengurusi administrasi. Jadi sudah sejak lama ada Unit Pelayanan Cepat Penanggulangan Kemiskinan (UPCPK) untuk membantu kesehatan masyarakat," ungkap Ade.

Salah satu peserta BPJS, Sri Amanah (40) mengaku dengan naiknya tarif iuran BPJS kesehatan masyarakat, apalagi yang terdampak Covid-19, kesulitan ekonomi dan penghasilan menurun hingga kehilangan pekerjaan.

Peserta BPJS Kesehatan lainnya, Nana Rukmana (52) mengaku kebijakan kenaikan tarif iuran BPJS kesehatan kurang tepat di tengah dampak sosial ekonomi akibat Covid-19.

"Tidak tepat lah, mana belum punya pekerjaan lagi, karena dampak Covid-19 saya kehilangan pekerjaan dikeluarkan oleh perusahaan di Jakarta," tutur Nana.

Editor: Rizma Riyandi

terbaru

Lokasi Syuting Sinetron Ikatan Cinta Bakal Digerebek Satpol PP, Kenapa...

Regional Rabu, 27 Januari 2021 | 18:24 WIB

Satpol PP Kabupaten Bogor akan melakukan pengecekan ke lokasi syuting sinetron Ikatan Cinta di wilayah Gunung Geulis, Su...

Umum - Regional, Lokasi Syuting Sinetron Ikatan Cinta Bakal Digerebek Satpol PP, Kenapa?, Sinetron Ikatan Cinta,Satpol PP Kabupaten Bogor,Syuting Ikatan Cinta,Arya Saloka,Amanda Manopo

Diduga Terpapar Covid-19, Seorang Pria Meninggal di Bus Budiman

Regional Rabu, 27 Januari 2021 | 18:10 WIB

Seorang penumpang bus Budiman jurusan Tasikmalaya - Cikarang ditemukan meninggal di kursi bus saat tiba di pul bus Budim...

Umum - Regional, Diduga Terpapar Covid-19, Seorang Pria Meninggal di Bus Budiman, Pria Meninggal di Bus,Bus Budiman,Bus jurusan Tasikmalaya - Cikarang

Vaksinasi Covid-19 di Kota Tasik Akan Dilaksanakan Hari Jumat

Regional Rabu, 27 Januari 2021 | 14:33 WIB

Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya berencana melakukan vaksinasi pada Jumat (29/1/2021). Vaksinasi tahap pertama di Ko...

Umum - Regional, Vaksinasi Covid-19 di Kota Tasik Akan Dilaksanakan Hari Jumat, Vaksinasi Covid-19,vaksin corona,Vaksin Covid-19,COVID-19

Charly Van Houten Didapuk Jadi Duta Pendidikan Jawa Barat

Regional Rabu, 27 Januari 2021 | 13:00 WIB

Menurutnya, semua bermula saat dia mengajak Ridwan Kamil dan istrinya, Atalia Praratya, menjadi model video klip untuk l...

Umum - Regional, Charly Van Houten Didapuk Jadi Duta Pendidikan Jawa Barat, Charly van Houten,Charly duta pendidikan Jabar,Duta Pendidikan Jabar,Ridwan Kamil

Vaksin Covid-19 Akhirnya Tiba di Kabupaten Tasikmalaya

Regional Rabu, 27 Januari 2021 | 12:46 WIB

Sebanyak 6.200 vaksin Sinovac tersebut diterima oleh Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dari Pemprov Jawa Barat. Vaksin it...

Umum - Regional, Vaksin Covid-19 Akhirnya Tiba di Kabupaten Tasikmalaya, Vaksinasi Covid-19 Tasikmalaya,Tempat Vaksinasi Covid-19 Tasikmalaya,Waktu Vaksinasi Covid-19 Tasikmalaya,Covid-19 Tasikmalaya,Tasikmalaya

Vaksinasi Covid-19 di Indramayu Digelar 1 Februari

Regional Rabu, 27 Januari 2021 | 12:10 WIB

Sebanyak 10 pejabat publik maupun tokoh masyarakat akan menjadi orang pertama yang beroleh vaksin Covid-19.

Umum - Regional, Vaksinasi Covid-19 di Indramayu Digelar 1 Februari, vaksinasi Covid-19 Indramayu,Tempat vaksinasi Covid-19 Indramayu,Kuota vaksinasi Covid-19 Indramayu,Lokasi vaksinasi Covid-19 Indramayu

RS Rujukan Covid-19 di Bogor Terbakar

Regional Rabu, 27 Januari 2021 | 12:02 WIB

Api diduga berasal dari korsleting listrik di ruangan tersebut.

Umum - Regional, RS Rujukan Covid-19 di Bogor Terbakar, Kebakaran RS rujukan Covid-19 Bogor,RS rujukan Covid-19 Bogor terbakar,RS Rujukan Covid-19,RS Rujukan Covid-19 Bogor,RS Sentra Medika Cibinong

Ketua SMSI Jabar Lantik Pengurus di Tasikmalaya

Regional Rabu, 27 Januari 2021 | 11:30 WIB

Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Jawa Barat (Jabar) Hardyansyah melantik pengurus SMSI Kota/Kabupaten Tasikmal...

Umum - Regional, Ketua SMSI Jabar Lantik Pengurus di Tasikmalaya, SMSI Jabar,smsi tasikmalaya,Media Siber

artikel terkait

dewanpers