web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Perajin Bambu Gunung Halu Butuh Sentuhan Pemerintah

Kamis, 2 Juli 2020 22:03 WIB Tri Junari

Perajin Bambu di KBB (Tri Junari)

GUNUNG HALU, AYOBANDUNG.COM -- Perhatian pemerintah kepada para perajin bambu di wilayah selatan Kabupaten Bandung Barat (KBB) terbilang minim. Padahal, saat pandemi mereka kehilangan pendapatan karena pesanan pasar online merosot tajam.

Edwar Hermawan (33) perajin bambu warga Kampung Sukalaksana, RT 1 RW 21 Desa Sirnajaya, Kecamatan Gunung Halu setahun terakhir menggeluti kerajinan bambu. 

Sebelum itu, ia bekerja serabutan sebagai buruh bangunan maupun buruh tani untuk menghidupi kebutuhan dapur keluarganya.

"Disini tidak ada lapangan pekerjaan, makanya coba membuat kerajinan bambu ini," ungkap Edwar saat ditemui Ayobandung.com, Kamis (2/7/2020). 

Menurutnya, bambu mudah ditemui di sekitar kampungnya sehingga ia berinisiatif mencoba membuat kerajinan bambu dan dijual secara online. 

"Daripada nganggur saya coba bikin secara outodidak, kemudian dipasarkan melalui media sosial," katanya.

Ada berbagai hasil kerajinan yang ia buat seperti satunya 1 set gelas dan teko, pipa rokok, nampan dan alat rumah tangga terbuat dari bambu jenis Gombong dan Ater atau dikenal awi temen.

"Lumayan untuk beli beras sebulan ada saja yang laku, hanya saat pandemi pesanan tidak ada sama sekali," sebutnya.

Sejak mulai menjadi perajin bambu, kata Edwar, ia tidak pernah mendapat pembinaan maupun bantuan pemerintah. Padahal, ia dan perajin lainnya berharap campur tangan pemerintah agar kualitas produknya meningkat serta butuh perluasan pasar.

"Jangankan saat pandemi, waktu normal saja tidak ada bantuan pemerintah. Kalau enggak ada pesanan kita tidak dapat uang," keluhnya.

Edwar bermimpi suatu saat kerajinan bambu buatan tangannya bisa menjadi salah satu komoditas penunjang pengembangan sektor pariwisata di Gunung Halu. 

Ia berharap pemerintah turun tangan memberikan pelatihan agar produk yang dihasilkan perajin bernilai tinggi. Perluasan pasar dengan mendirikan sentra oleh-oleh akan membuka peluang ekonomi baru bagi perajin.

"Kami ingin ada sentra oleh-oleh yang mewadahi perajin bambu disini, produk kerajinan selain objek wiata alam dan kopi juga akan menunjang sektor pariwisata di Gunung Halu," katanya.

Editor: Dadi Haryadi
dewanpers