web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Gejala Penyakit Evali pada Pengguna Vape Disebut Mirip Covid-19

Kamis, 2 Juli 2020 19:15 WIB Ananda Muhammad Firdaus

ilustrasi vape. (Pixabay)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Kondisi cedera paru akibat produk rokok elektrik atau disebut dengan Evali dilaporkan dapat menimbulkan gejala mirip Covid-19.

Dilansir dari Medical Xpress, setidaknya ada 8 kasus Evali yang di laporkan di Departemen Kesehatan Masyarakat California dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat.

"Seorang remaja tidak berhenti nge-vape karena Covid-19," kata Dr. Jamie Garfield, seorang dokter perawatan paru di Philadelphia dan juru bicara sukarelawan untuk American Lung Association.

Tetapi para dokter saat pandemi melihat Evali bukan sebagai Evali, namun sering kali diartikan mirip Covid-19.

"Segala sesuatu yang tampak seperti Covid adalah Covid. Di sinilah pengambilan sejarah menjadi sangat penting. Anda harus tahu jika seorang anak menghisap vape dan vape jenis apa ," kata Garfield menjelaskan.

Berikut adalah beberapa gejala Evali yang mirip dengan gejala Covid-19, antara lain sesak napas, demam dan menggigil, batuk, muntah, diare, sakit kepala, pusing, detak jantung cepat dan nyeri dada.

CDC melaporkan pada 18 Februari, bahwa lebih dari 2.800 orang di seluruh negeri telah dirawat di rumah sakit dengan kerusakan paru-paru yang mengancam jiwa terkait dengan penggunaan vape, sementara enam puluh delapan orang meninggal.

"Penelitian terhadap kasus-kasus ini sangat menunjukkan bahwa aditif yang disebut vitamin E asetat yang kadang-kadang digunakan dalam vape yang dicampur pot bisa memicu Evali," kata CDC.

Menurut laporan CDC baru, delapan pasien Evali California pergi ke rumah sakit sekitar empat hari setelah gejala dimulai. Usia rata-rata mereka adalah 17 tahun.

Empat dari remaja tersebut membutuhkan perawatan intensif dan dua membutuhkan ventilasi mekanik untuk bernafas.

"Tidak ada yang dinyatakan positif Covid-19," kata penulis penelitian Dr. Christina Armatas, dari Departemen Kesehatan Masyarakat California, dan rekan-rekannya mencatat.

"Vaping bukan alternatif yang aman untuk merokok. Apa pun yang Anda masukkan ke paru-paru selain udara bersih dapat meningkatkan risiko cedera paru-paru," kata Garfield. 

Sumber: Himedik.com
Editor: Ananda Muhammad Firdaus
dewanpers