web analytics
  

Beredar Nama Calon Menteri Baru, Begini Tanggapan PKS

Kamis, 2 Juli 2020 22:10 WIB

Presiden Joko Widodo (Jokowi) (Youtube Sekretariat Presiden)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Seiring dengan adanya ancaman reshuffle oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), kekinian beredar bocoran nama-nama yang bakal menempati pos-pos kementerian apabila perombakan kabinet dilakukan.

Menanggapi hal itu, Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyerahkannya kepada masyarakat. Mardan mengatakan masyarakat dapat menilai dan mengkritisi sendiri soal nama-nama baru yang diisukan bakal menjadi menteri. Ia sekaligus menegaskan sikap PKS bahwa mereka tetap konsisten menjadi oposisi.

"Monggo saja, reshuffle haknya Pak Jokowi. Dan monggo saja masyarakat mengkritisi dan memberi komen pada nama-nama yang beredar. PKS insyaallah istiqomah sikap #KamiOposisi. Kita akan kawal kebijakan dan aksi pemerintah agar pembangunan optimal dan masyarakat sejahtera," tutur Mardani dihubungi Suara.com, Kamis (2/7/2020).

Kendati tidak mempermasalahkan ada tidaknya reshuffle, namun ia menganalogikan di mana mengganti pemain di suatu tim akan menjadi kurang efektif dibanding dengan mengganti pelatihnya langsung.

"Walau kalau Manchester United kalah terus bukan Paul Pogba nya yang diganti, biasanya lebih efektif pelatihnya diganti atau mengubah diri," ujar Mardani.

Sebelumnya, beredar bocoran nama-nama tokoh yang dikabarkan masuk dalam kabinet pemerintahan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Maruf Amin.

Dari pesan yang viral di aplikasi perpesanan WhatsApp, nama-nama tersebut di antaranya adalah mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang diisukan menjadi Menteri BUMN menggantikan Erick Thohir yang dikabarkan digeser menjadi Menteri Perdagangan.

Berikut nama-nama orang yang dimasukan dari bocoran isu reshuffle itu:

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan: Jenderal (Purn) Polisi Budi Gunawan
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian: Airlangga Hartarto
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan: Muhajir Effendy
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi: Luhut Binsar Panjaitan
Menteri Pertahanan: Prabowo Subianto
Menteri Sekretaris Negara: Pratikno
Menteri Dalam Negeri: Tito Karnavian
Menteri Luar Negeri: Retno Lestari Marsudi
Menteri Agama: Fachrul Razi
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia: Prof Dr. Mahfud MD
Menteri Keuangan: Sri Mulyani Indrawati
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan: Prof. Dr. KH Haedar Nasir
Menteri Kesehatan: Prof. Dr. Daeng Muhammad Faqih
Menteri Sosial: Prof. Dr. Soetrisno Bachir
Menteri Ketenagakerjaan: Ida Fauziah
Menteri Perindustrian: Agus Gumiwang Kartasasmita
Menteri Perdagangan: Erik Tohir
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral: Arifin Tasrif
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat: Basuki Hadimuljono
Menteri Perhubungan: Marsekal Hadi Tjahyanto
Menteri Komunikasi dan Informatika: Johnny G. Plate
Menteri Pertanian: Rachmat Gobel
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan: Siti Nurbaya
Menteri Kelautan dan Perikanan: Edhy Prabowo
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi: Hasto Kristiyanto
Menteri Agraria, Tata Ruang, dan Kehutanan: Sofjan Jalil
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional dan Kepala Bappenas: Suharso Monoarfa
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi: Tjahjo Kumolo
Menteri BUMN: Basuki Tjahya Purnama
Menteri Koperasi dan UKM: Agus Herimurti Yudhoyono
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif: Triawan Munaf
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak: Gusti Ayu Bintang Darmavati
Menristek dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional: Bambang Brodjonegoro
Menteri Pemuda dan Olahraga: Zainudin Amali
Kepala Staf Kepresidenan: Moeldoko
Sekretaris Kabinet: Pramono Anung
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal: Bahlil Lahadalia
Jaksa Agung: ST Burhanuddin
Kepala BIN: Letjen TNI Donny Munardo
Panglima TNI: Jenderal TNI Andhika Perkasa.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Dadi Haryadi

artikel lainnya

dewanpers