web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Toyota City Jepang Cari Warga Bandung untuk Magang, Ini Syaratnya

Kamis, 2 Juli 2020 15:12 WIB Nur Khansa Ranawati

Ilustrasi. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Pemerintah Kota Bandung melangsungkan kerja sama dengan Toyota City, Jepang untuk menyalurkan tenaga kerja Kota Bandung ke kota tersebut.

Pihak Toyota City menyasar warga Kota Bandung yang memiliki pendidikan keperawatan untuk bekerja magang sebagai caregiver.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bandung Arief Syaifudin mengatakan, kualifikasi yang dibutuhkan adalah warga dengan KTP Kota Bandung dan Pendidikan minimal D3 Keperawatan.

"Diutamakan perempuan berusia maksim 29 tahun," ungkapnya ketika ditemui di Balai Kota Bandung, Kamis (2/6/2020).

Dia menyebutkan, pendaftaran masih dibuka hingga 4 Juli 2020. Hingga saat ini, jumlah penndaftar baru mencapai 40 orang dari kuota yang dibutuhkan sebanyak 80 orang.

"Yang dipilih 80 orang, tapi yang daftar bebas saja berapa orang. Nanti 80 orang itu juga belum tentu diterima, akan diseleksi Bahasa Jepang dua kali," ungkapnya.

Nantinya, dia mengatakan, warga yang terpilih akan menjalankan masa magang di rumah sakit lansia dengan gaji di kisaran Rp17 juta hingga Rp23 juta per bulan. Mereka yang magang juga akan memiliki kesempatan untuk diangkat sebagai pekerja tetap di rumah sakit yang bersangkutan.

"Perawat di rumah sakit lansia di Jepang itu ada standarnya sendiri, nanti mereka akan dilatih lagi di sana," ungkapnya.

Dia menyebutkan, hal ini sekaligus merupakan upaya Pemkot Bandung untuk menyerap tenaga kerja Kota Bandung yang diprediksi akan terus meningkat. Salah satunya akibat imbas pandemi Covid-19.

"Kalau hanya mengandalkan loker dalam negeri apalagi Kota Bandung akan sangat berat. Penguatan skill dalam negeri sudah kami lakukan tapi tetap tidak cukup, jadi go international saja," ungkapnya.

Arief mengatakan, warga yang berniat untuk melamar dapat langsung menghubungi Disnaker Kota Bandung. Persyaratan lebih lanjut dapat dilihat di laman web Disnaker Bandung. 

Editor: M. Naufal Hafizh
dewanpers