web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Angka Kesembuhan Pasien Covid-19 di Indonesia Capai 44%

Kamis, 2 Juli 2020 14:45 WIB

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto. (Youtube BNPB Indonesia)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM – Angka kesembuhan pasien Covid-19 di Indonesia, akumulasi dari 34 provinsi, mencapai 44%.

Juru bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan, paling tinggi angka kesembuhan di suatu provinsi ada yang mencapai hingga di atas 80%.

"Ada lebih dari 13 provinsi yang angka sembuhnya bahkan sudah di atas 70%. Ada yang 86%. Walaupun ada juga yang provinsi angka sembuhnya baru 12 atau hampir 13%. Ini artinya kita harus lihat angka Indonesia akumulasi dari seluruh Provinsi," kata Yuri dalam siaran konferensi virtual BNPB, Kamis (2/7/2020).

Yuri menyampaikan, provinsi paling tinggi angka kesembuhannya di Bangka Belitung sebesar 86,5%. Demikian juga provinsi DI Yogyakarta dan Lampung yang dia atas 80%.

"Yang masih rendah Maluku Utara. Karena kita tahu ledakan kasusnya baru kita dapatkan dalam dua hari terakhir. Karena itu dalam dua hari ini lah tingkat hunian rumah sakitnya naik," katanya.

Menurut Yuri, faktor angka kesembuhan naik karena perawatan rumah sakit kepada pasien lebih baik. Ini disebabkan karena beban layanan rumah sakit, salah satu indikatornya tingkat hunian tempat tidurnya hanya terisi setengahnya. Rata-rata nasional hanya 55,6%.

"Artinya sumber daya yang ada, tenaga kesehatan bisa lakukan layanan perawatan secara optimal, tidak terlalu capek. Kemudian kita sudah lihat masyarakat semakin bagus merespons. Sehingga yang masuk ke rumah sakit kebanyakan dengan gejala ringan yang sedang, jarang yang berat," tuturnya.

Jika dibandingkan dengan negara lain, kata Yuri, angka kesembuhan di Indonesia memang masih di bawah angka global yang telah di atas 50%. Belum lagi dibandingkan negara yang sudah lebih dahulu terdampak Pandemi, memang angka sembuhnya sudah jauh lebih tinggi.

"Misal Jepang angka sembuhnya di atas 90%. Tapi kalau negara yang masih mengawali pandemi seperti Brasil, angkanya masih jauh di bawah kita. Artinya sebenarnya ini gambaran bahwa beban layanan rumah sakit dan kesadaran masyarakat untuk segera mengakses layanan kesehatan, itu juga jadi kunci dari kontribusi angka," ucap Yuri.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel lainnya

dewanpers