web analytics
  

Budidaya Koi, Pemuda Tasik Raup Rp10 Juta per Bulan

Kamis, 2 Juli 2020 14:02 WIB Irpan Wahab Muslim
Umum - Regional, Budidaya Koi, Pemuda Tasik Raup Rp10 Juta per Bulan, ikan hias,Koi,Ikan Koi,Budidaya,Bisnis

Kolam pembibitan dan budidaya Koi Binakarya Mina Mandiri. (Ayotasik.com/Irpan Wahab Muslim)

CIGALONTANG, AYOBANDUNG.COM – Senip Apniandi, seorang pemuda Desa Sukamanah, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, meraup omzet Rp10 juta per bulan dari budidaya ikan koi.

Padahal, mulanya, dia hanya iseng memanfaatkan halaman rumah yang disulap menjadi kolam budidaya.

mampu meraup keuntungan 10juta per bulan.

Ditemui Ayotasik.com (Ayo Media Network) dirumahnya, Kamis (2/7/2020), pria kelahiran Tasikmalaya 22 April 1985 ini menceritakan awal mula dirinya terjun dalam budidaya ikan hias koi.

Kecintaan dan kesukaannya pada koi dimulai tahun 2010 saat diberi ikan koi oleh seorang temannya. Karena penasaran, dia mulai mencari tahu tentang jenis, kualitas, dan pasar ikan hias koi.

"Karena saya liat bisnis ikan hias koi ini menjanjikan, akhirnya saya beranikan diri membeli ikan dan melakukan pembibitan sendiri," ucap Senip.

Dari pembibitan pertama itu, kata Senip, setidaknya ada ribuan larva. Namun berdasarkan sortiran kualitas, setidaknya ada 50 hingga 100 bibit ikan koi berkualitas bagus. Setidaknya, dalam pembibitan ikan koi hingga muncul koi berkualitas bagus mencapai 6 bulan.

"Kalau larva itu ribuan, tapi kita pilih atau sortir lagi. Paling yang berkualitas ada 100 ekor kurang," ucap Senip.

Pembibitan ikan koi sendiri, lanjut Senip, tidak berbeda dengan jenis ikan lainnya. Tidak ada perlakuan khusus, kecuali kualitas air. Hal tersebut, menurutnya, akan berpengaruh pada kualitas ikan koi, baik dari bodi, ukuran bodi, corak, dan warna.

"Kebetulan di daerah sini kualitas air atau sumber daya alamnya bagus. Airnya bersih dan jernih jadi itu menentukan dalam kualitad koi. Dalam pembibitan itu, ketekunan yang menjadi kuncinya. Selain air, pakan juga harus dipilih yang sesuai keinginan, misalnya untuk corak dan warna itu pakannya beda," ujarnya.

Sementara itu, ayah dua anak ini mendapatkan pengetahuan budidaya atau pembibitan koi dari kontes dan berdiskusi dengan pecinta atau pembudidaya ikan koi yang lebih senior. Hasil diskusi dan kontes ikan koi itu, diakui Senip, sangat membantu dan menambah pengetahuannya.

"Belajarnya saya sambil beli, misal saya beli satu ikan dari pembibit lain. Nah, sekalian ngobrol banyak soal kualitas air, kualitas pakan, dan lainnya." ucapnya.

Hasil budidaya ikan hias Binakarya Mina Mandiri pimpinan Senip pun dikirim ke berbagai daerah. Tidak hanya untuk pasar koi Tasikmalaya, namun juga memasok kebutuhan ikan hias di daerah lain seperti Bandung, Jakarta, Bali, hingga Pontianak.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers