web analytics
  

Umat Islam Diimbau Kembali Salat di Masjid

Kamis, 2 Juli 2020 12:31 WIB

Ilustrasi (Pixabay)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Memasuki masa new normal, Dewan Masjid Indonesia (DMI) mengimbau umat Islam untuk kembali membiasakan diri beribadah di masjid. Hal tersebut tentu dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan. 

"Intensifkan edukasi masyarakat sehingga akan terbiasa. Kalau menahan diri di rumah, nanti kebablasan, masyarakat tidak akan memiliki kreativitas," kata Sekretaris Jenderal PP DMI Imam Addaruquthni, Rabu (1/7/2020). 

DMI, menurut dia, sudah merekomendasikan pelaksanaan shalat Jumat dua gelombang untuk menghindari keramaian jamaah dalam masa new normal. DMI mengusulkan, jamaah shalat Jumat dibagi dua berdasarkan ganjil-genapnya nomor ponsel mereka. 

Terkait penyelenggaraan shalat Idul Adha dan pemotongan hewan kurban, lanjut Imam, DMI belum akan memberikan imbauan ke masjid-masjid. Menurut dia, imbauan dari Kementerian Agama (Kemenag) maupun Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah cukup untuk disampaikan dan diterapkan oleh masjid-masjid di seluruh Indonesia. 

“Saya rasa cukup memadai yang disampaikan Kemenag. Dalam pekan depan, MUI juga akan keluarkan panduan," kata Imam.

Sebelumnya, Kemenag menerbitkan Surat Edaran Nomor 18 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Shalat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban Tahun 1441 H Menuju Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19. Dalam surat edaran itu ditekankan, penyelenggaraan shalat Idul Adha dan pemotongan hewan kurban harus memperhatikan protokol kesehatan. 

“Shalat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban dapat dilaksanakan di semua daerah dengan memperhatikan protokol kesehatan dan telah melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah setempat, kecuali pada tempat-tempat yang dianggap masih belum aman Covid-19 oleh pemerintah daerah atau gugus tugas (Covid-19) daerah," kata Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi dalam surat edaran yang diterbitkan, Selasa (30/6). 

Wakil Ketua Umum MUI KH Muhyiddin Junaedi mengatakan, MUI mendukung protokol shalat Idul Adha yang dirilis Kemenag. Protokol tersebut, menurut dia, sejalan dengan fatwa MUI.  

“Karena di Fatwa MUI Nomor 14 menegaskan, umat yang berada di wilayah yang dapat dikendalikan atau zona aman diperbolehkan melaksanakan ibadah secara normal, tentu dengan tetap menjaga jarak, mengikuti protokol kesehatan,” katanya. 

Dia juga menyarankan para pengurus masjid harus membuat aturan keamanan selama proses ibadah.  “Untuk shalat Idul Fitri dan Idul Adha, sunahnya itu dilakukan di lapangan terbuka. Maka, buatlah aturan keamanannya, seperti pengaturan jarak antarjamaah, wajib menggunakan masker, membawa sajadah sendiri, hingga sanitasi,” ujar anggota Jaringan Alumni Timur Tengah Indonesia (JATTI) itu. 

 Dia juga mengingatkan masyarakat di zona hijau atau zona aman untuk tidak bertindak ceroboh dan terus mematuhi protokol kesehatan yang berlaku. 

 

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Rizma Riyandi

artikel lainnya

dewanpers