web analytics
  

Penjualan Sereh Wangi Gunung Halu Merosot Akibat Pandemi Covid-19

Rabu, 1 Juli 2020 22:09 WIB Tri Junari

Petani sereh wangi asal Kecamatan Gunung Halu, Kabupaten Bandung Barat (KBB). (Tri Junari)

GUNUNG HALU, AYOBANDUNG.COM -- Petani sereh wangi asal Kecamatan Gunung Halu, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengeluhkan penurunan permintaan pasar akibat pandemi Coronavirus Disease (Covid-19). Nilai jual komoditas pertanian ekspor ini juga mengalami penurunan drastis akibat kegiatan ekspor impor terhenti.

Suhardi (45) salah seorang petani sereh wangi asal Desa Sirnajaya, Kecamatan Gunung Halu mengakui sudah 3 bulan terakhir nilai jual rumput sereh wangi anjlok.

"Sebelum pandemi nilai jual rumput sereh wangi mencapai Rp2-3 ribu per kilogram, kalau sekarang hanya Rp500 saja," ungkap dia kepada Ayobandung.com, Rabu (1/7/2020)

Menurutnya, sereh wangi bernama latin Cymbopogon nardus itu merupakan komoditas ekspor unggulan di Indonesia. Namun, seiring pembatasan aktivitas pandemi kegiatan ekspor minyak sereh wangi terhenti.

"Mungkin karena ekspor terhenti, jadi tengkulak juga menghentikan pembelian ke petani," katanya.

Jika saat normal, kata dia, minyak sereh wangi dengan kualitas terbaik bisa dijual petani Rp300 ribu. Namun kini jika ada pembeli pun hanya dihargai Rp145 ribu saja.

"Sekarang sedang anjlok, petani lebih memilih untuk tidak dulu memanen rumput sereh wangi atau tidak melakukan penyulingan. Konsekuensinya tidak ada pemasukan," sebutnya.

Kecamatan Gunung Halu merupakan salah satu daerah di wilayah selatan KBB penghasil sereh wangi terbesar, terdapat kurang lebih 1.800 hektar lahan sereh wangi yang hingga kini masih digarap petani.

"Gunung Halu salah satu penghasil minyak sereh wangi, sebulan capai 9 ton," katanya.

Editor: Dadi Haryadi
dewanpers