web analytics
  

Tolak Bayar Penuh BPP, Mahasiswa Telkom University Desak Kampus Transparan

Rabu, 1 Juli 2020 15:37 WIB Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Mahasiswa Telkom University melakukan aksi virtual dengan menggaungkan beberapa tanda pagar (tagar) di lini massa Twitter. (Twitter)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Mahasiswa Telkom University melakukan aksi virtual dengan menggaungkan beberapa tanda pagar (tagar) di lini massa Twitter.

Tagar tersebut antara lain #AliansiMahasiswaTelkom #TelyuHausBPP #UrgensiTransparansi.

Tagar itu berisi tentang penolakan mahasiswa Telkom University untuk membayar penuh biaya penyelenggaraan pendidikan (BPP) semester ganjil 2020/2021. Mahasiswa menuntut agar pihak kampus menurunkan  BPP selama pandemi Covid-19 masih berlangsung. 

Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Telkom menganggap, hak yang diterima mahasiswa selama pembelajaran daring tidak sebanding dengan penggunaan fasilitas serta biaya yang dibayarkan selama satu semester.  

Seruan aksi virtual dengan tagar #AliansiMahasiswaTelkom #TelyuHausBPP #UrgensiTransparansi bahkan sudah ramai digunakan pengguna media sosial, Rabu (1/7/2020) mulai pukul 12.00 WIB. Tagar ini bertengger di jajaran trending topic Twitter Indonesia.

Pantauan Ayobandung.com hingga pukul 15.30 WIB, ribuan pengguna sosial media turut berkicau dan mengungkapkan kekesalannya terhadap kebijakan kampus. Dalam kicauannya, mereka kesal dengan pihak kampus yang tetap mengharuskan mahasiswa untuk membayar BPP.

Kekesalan tersebut seperti yang dituliskan oleh akun @SyihabGema. Dia turut meluapkan keluh kesahnya terhadap kebijakan tersebut.

"Presiden aja marah sama kebijakan para mentrinya, apalagi mahasiswa telkom yang BPPnya ga ada pengurangan. INI SITUASI KRITIS," keluhnya.

Serupa, pemilik akun Twitter @imuyajoy juga mengeluhkan kegelisahan serupa. "Apaan bayar bpp 9jt + asrama 4jt tapi kuliah di imah online," katanya.

Berikut tuntutan yang dilayangkan Aliansi Mahasiswa Telkom dalam aksi virtual kali ini:

1. Kampus memberikan transparansi laporan keuangan tahunan, rencana kerja manajerial, dan rencana kerja anggaran sebagaimana dimaksud dalam Statuta Tel-U 2017. 

2. Memberikan pemotongan BPP 50% seluruh mahasiswa. 

3. Mengalokasikan bantuan dari Kemendikbud 100% untuk mahasiswa yang orang tua/wali terkena PHK atau meninggal dunia akibat pandemi Covid-19.

4. Kembalikan biaya asrama selama masa pandemi dan memberikan keleluasaan bagi mahasiswa baru untuk kuliah online di tempat masing-masing. 

5. Menerapkan protokol kesehatan untuk aktivitas di dalam kampus.

Editor: Adi Ginanjar Maulana

artikel lainnya

dewanpers