web analytics
  

Bolehkah Membagikan Daging Kurban kepada non-Muslim

Rabu, 1 Juli 2020 06:44 WIB

Daging Kurban (Istimewa)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Para ulama telah sepakat bahwa pendistribusian daging hewan kurban harus tepat sasaran, yakni kepada muslim yang membutuhkan. Namun demikian, bagaimana hukumnya jika membagikan daging hewan kurban kepada non-Muslim?

Para ulama berbeda pendapat akan hal ini. Imam Nawawi dalam Al-Majmu menjelaskan tentang perbedaan di kalangan ulama mengenai hal itu. Imam Hasan Basri, Abu Hanifah, dan Abu Tsaur merupakan ulama yang menetapkan hukum boleh membagikan daging hewan kurban kepada non-Muslim.

Sedangkan Imam Malik dan Al-Laits berpendapat makruh untuk membagikannya kepada umat non-Muslim. Namun demikian, jika daging itu dimasak terlebih dahulu, maka umat non-Muslim dapat memakannya bersama kaum Muslimin.

Sedangkan menurut ulama dari kalangan Madzhab Syafii, memberikan Daging Kurban kepada non-Muslim diperbolehkan. Selama kurbannya termasuk kurban sunah (bukan nazar). Di masa pandemi Covid-19, sejumlah umat merasakan dampaknya termasuk kalangan non-Muslim.

Dengan berbagai pandangan dari sejumlah ulama madzhab tentang hukum membagikan Daging Kurban kepada non-Muslim, umat Islam dapat melihat dan menyambungkannya dengan kondisi sekitar. Namun demikian, pembagian Daging Kurban harus dilakukan secara terukur, tepat sasaran, sesuai syariat, dan sesuai dengan panggilan kemanusiaan.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Rizma Riyandi

artikel lainnya

dewanpers