web analytics
  

Kasus DBD Tersebar di 10 Wilayah Kerja Puskesmas Sukabumi

Rabu, 1 Juli 2020 06:25 WIB

Ilustrasi (Pixabay)

SUKABUMI, AYOBANDUNG.COM -- Sebanyak 10 wilayah puskesmas di Kabupaten Sukabumi menjadi wilayah terbanyak kasus demam berdarah dengue (DBD). Wilayah tersebut tersebar di utara dan selatan Kabupaten Sukabumi.

"Ada 10 besar wilayah kerja puskesmas yang tinggi kasus DBD nya," ujar Wakil Supervisor DBD Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi Joppy JR kepada wartawan, Selasa (30/6).

Hal ini didasarkan data kasus DBD positif maupun suspect pada rentang Januari hingga Juni 2020. Rinciannya yakni Puskemas Karawang 52 kasus, Cikembar 51 kasus, Cicurug 42 kasus, Jampangkulon 35 kasus, Parungkuda 12 kasus. Selanjutnya Puskesmas Palabuhanratu 11 kasus, Gunungguruh 11 kasus, Kebonpedes 10 kasus, Citarik 10 kasus, dan Sukaraja 7 kasus.

Di tempat tersebut, Joppy mengatakan, telah dilakukan sosialisasi penanggulangan bahaya penyakit DBD kepada masyarakat. Tahapan berikutnya yakni dilakukan kunjungan rumah dan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

Joppy menuturkan, setelah tahapan itu akan dilakukan pengasapan atau fogging. Ia mengatakan sejumlah tahapan ini harus dilakukan dalam penanganan kasus DBD.

"Untuk mencegah penyebaran DBD, kami mengimbau masyarakat mari sama-sama menjaga kebersihan di rumah masing-masing," imbuh Fahmi.

Misalnya membersihkan halaman rumah, lingkungan dan tempat yang bisa tergenang air hujan.

Joppy menuturkan, tempat yang tergenang air bisa menjadi lokasi perindukan nyamuk DBD. Medianya seperti kaleng bekas, ban bekas maupun botol air mineral. Warga disarankan menimbun barang tersebut dan jangan dibuang sembarangan.

Warga juga diminta menguras bak kamar mandi secara rutin. Selain itu toren air diberi bubuk abate.

"Dinkes menyediakan dan memasok bahan abate ke Puskesmas," kata dia.

Intinya sambung Joppy, Dinkes berharap masyarakat menggiatkan gerakan PSN dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Upaya tersebut dinilai efektif dalam menekan penyebaran penyakit DBD dan penyakit lainnya.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Rizma Riyandi

artikel lainnya

dewanpers