web analytics
  

Pangeran Harry dan Meghan Markle Boikot Iklan Facebook

Selasa, 30 Juni 2020 23:17 WIB

Pangeran Harry dan Meghan Markle. ([email protected]_official)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Pangeran Harry dan Duchess Meghan dilaporkan telah memboikot Iklan Facebook. Meski belum ada tanggapan resmi, namun keputusan itu berkaitan dengan sikap mereka yang menentang ujaran kebencian, penindasan, dan rasisme secara online.

Meghan dan Harry dilaporkan bekerja sama untuk mendukung kampanye 'Stop Hate For Profit' yang digalakkan oleh Anti-Defamation League (Liga Anti Fitnah). Kampanye ini ditujukan khusus kepada Facebook dan kebijakan seputar ancaman kekerasan, informasi hoaks, ujaran kebencian, serta seruan untuk memboikot iklan di platform hingga bulan Juli.

"Saat merilis Archewell, yayasan nirlaba yang ditangani oleh Duke dan Duchess of Sussex, dalam pidatonya mereka secara tegas menentang ujaran kebencian di dunia maya. Mereka juga bekerja mengembangkan Archewell dengan menjunjung hak-hak sipil dan keadilan rasial," demikian kata sumber yang dekat dengan Meghan dan Harry seperti dilansir Elite Daily, Selasa (30/6/2020).

Sumber lainnya menjelaskan bahwa selama beberapa pekan terakhir, masalah ujaran kebencian dan rasisme menjadi semakin vital. Karena itulah, Meghan dan Harry mendorong para CEO global untuk ikut menunjukkan solidaritas dengan kelompok keadilan sipil dan ras seperti NAACP, Color of Change, dan ADL yang menyerukan perubahan struktural ke dunia maya.

"Meghan dan Harry telah bekerja untuk mendorong perubahan teknologi ke arah yang lebih manusiawi, termasuk mendukung kesehatan mental di era media sosial yang merupakan fokus utama dari kunjungan mereka di Universitas Stanford pada Februari lalu," kata sumber itu.

Pada 17 Juni, kampanye Stop Hate for Profit mendesak pemilik bisnis untuk menghentikan sementara pengeluaran iklan di Facebook dan Instagram untuk bulan Juli. Ini mungkin hanya awal dari upaya Meghan dan Harry untuk membantu memerangi penindasan dan ujaran kebencian secara online.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Dadi Haryadi
dewanpers