web analytics
  

5 Manfaat Anak Makan Sendiri

Rabu, 1 Juli 2020 04:22 WIB

Ilustrasi (Pixabay)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Saat Anda berhenti menyuapi anak, biarkan Anak makan sendiri. Namun sebagian orangtua memilih untuk terus menyuapi anaknya karena tak ingin anak berantakan atau kotor saat makan sendiri. Padahal, ini adalah proses belajar yang harus dilalui anak.

Tapi yang pasti, dengan Anak makan sendiri, ia akan mendapat banyak manfaat dari keterampilan barunya ini. Apa saja? Simak manfaat Anak makan sendiri berikut ini, seperti dilansir dari Kids in the House.

1. Belajar keterampilan makan

Anak yang duduk di kursi makannya sendiri dan makan bersama-sama dengan anggota keluarga yang lain, akan belajar tentang bagaimana orang dewasa makan. Inilah momen ketika anak bisa mengamati bagaimana proses makan berlangsung, bagaimana peralatan makan digunakan, dan bagaimana membawa makanan ke mulut untuk dikunyah.

2. Melatih motorik halus

Keterampilan makan perlu dipelajari. Ketika anak semakin berpengalaman menggunakan tangan dan jari-jarinya, ia akan belajar memegang peralatan makannya, termasuk memegang sendok, garpu, sumpit, dan memegang gelas tanpa tumpah. Ini akan menjadikan anak semakin percaya diri ketika ia mulai mahir melakukan itu semua.

3. Membuat anak lebih mandiri

Dilansir dari Parents, Jaeah Chung, M.D., asisten profesor pediatri klinis di Rumah Sakit Anak Stony Brook, New York, mengatakan bahwa bisa makan sendiri adalah aspek penting bagi perkembangan pribadi dan sosial anak.

Selain membuat anak merasa mendapatkan kebebasan, ini juga membangun rasa otonomi yang pada akhirnya menjadi dasar bagi pelajaran kemandirian anak.

4. Belajar mengenal sinyal lapar dan kenyang

Ketika Anak makan sendiri, ia akan belajar untuk merespons isyarat alami rasa lapar dan kenyang, demikian dikatakan Tiffani Hays, direktur nutrisi anak di Johns Hopkins Children's Center di Baltimore.

Seperti telah dijelaskan di atas, terus-terusan menyuapi anak berisiko Anda memberinya makan lebih banyak daripada yang dibutuhkannya. Akibatnya, selain anak tak mampu mengenali rasa lapar dan kenyang, anak juga berisiko mengalami kegemukan kelak.

Ketika anak telah mampu mengenali sinyal lapar dan kenyang, ia akan tahu kapan harus makan dan kapan harus berhenti. Hal ini tentu akan memudahkan Anda sebagai orangtua, karena tak perlu memaksanya makan, dan tak perlu lagi bertanya-tanya apakah anak mendapat cukup makan atau tidak.

5. Belajar mengenal berbagai rasa dan tekstur makanan

Memegang makanannya sendiri memungkinkan anak belajar mengenal tekstur setiap makanan. Ia akan belajar bahwa akan lebih mudah menggenggam potongan apel dibandingkan buah kiwi yang licin. Ia juga akan tahu bahwa pisang memiliki tekstur empuk yang sangat mudah dikunyah dan ditelan, berbeda dengan buah pir yang keras dan berpasir.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Rizma Riyandi

artikel lainnya

dewanpers