web analytics

Memulai Bisnis di Masa Pandemi, Iseng atau Kepepet?

clockSelasa, 30 Juni 2020 14:04 WIB user-groupNetizen Deandra Salsabila
Netizen, Memulai Bisnis di Masa Pandemi, Iseng atau Kepepet?, Bisnis Kuliner,bisnis makanan,COVID-19

[Ilustrasi] kuliner (Pixabay)

Deandra Salsabila

Mahasiswa Jurnalistik Universitas Padjadjaran angkatan 2019

AYOBANDUNG.COM -- Pandemi Covid-19 memang sudah membawa kerugian kepada banyak orang. Namun, ternyata masih banyak keuntungan yang bisa didapatkan dari adanya Covid-19. Contohnya, ada yang mendapat berbagai ide baru dan ada juga yang menjadi lebih berkreasi pada masa pandemi ini. 

Sama halnya dengan urusan bisnis. Beberapa bisnis online shop ada yang mendapatkan omset lebih besar setelah adanya pandemi ini. Orang-orang mulai berkreasi seperti membuat masker kain yang lucu dan membuat apa saja yang diperlukan atau diinginkan khalayak pada masa pandemi.

Banyak juga yang memulai bisnis dalam bidang makanan, produk kecantikan, atau thrift shop pada saat pandemi ini. Namun, apakah mereka yang baru memulai bisnis pada masa pandemi hanya iseng dan mencoba untuk mengisi waktu luang atau karena memang membutuhkan uang untuk bertahan hidup? 

Mencoba keberuntungan

Ahlam, seorang mahasiswa Universitas Padjadjaran merupakan salah satu orang yang mencoba keberuntungan di bidang bisnis, khususnya bisnis makanan.

“Iya sekarang lagi coba bisnis jadi reseller makanan gitu sih. Awalnya mau coba-coba, tapi sebenernya ada niat mau diseriusin juga,” ujar Ahlam. 

Ia juga menjelaskan jika ia menjadi reseller ini seorang diri. Kegiatan promosi produk jualannya pun dilakukan melalui instagram dan meminta bantuan teman-temannya untuk mempromosikannya melalui media sosial agar banyak orang mengetahui tentang produk jualannya.

Selain Ahlam, seorang pelajar di salah satu SMA di Bandung, Nataya, juga mencoba memulai sebuah bisnis pada masa pandemi ini. Nataya akhirnya memutuskan untuk mencoba berbisnis sebuah produk kecantikan wajah, khususnya produk untuk bibir.

“Aku awalnya lihat di salah satu media sosial dan di situ banyak yang baru buka bisnis, terutama produk buat bibir. Akhirnya jadi nyoba deh karena bahan-bahannya juga gampang dicari dan sudah bisa terbilang aman,” jelas Nataya.

Ia mengatakan, orang tuanya juga mendukung dan bersedia untuk memberikan modal jualan kepadanya. Bisnis yang dibuatnya ini memang hanya sebuah upaya untuk mengisi waktu luangnya, namun, ia juga berharap jika banyak orang akan menyukai produknya.

Berusaha melanjutkan hidup

Jika Ahlam dan Nataya memulai bisnis karena coba-coba atau untuk mengisi waktu luang semasa pandemi, berbeda dengan Ani, seorang ibu rumah tangga, yang memulai sebuah bisnis memang untuk membiayai kebutuhan hidupnya.

“Memulai bisnis juga sebenernya ya nambah-nambah buat kebutuhan rumah. Keinginan anak-anak juga kalau bisa penuh ya diusahakan juga,” tuturnya.

Ani yang menggeluti usaha masker kain juga mengatakan jika penghasilan dari penjualannya itu lumayan dapat memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

“Lumayan lah dapet penghasilannya, yang beli juga ada tetangga dan beberapa teman anak saya. Daripada jualan makanan biasa di pinggir jalan sekarang sudah kurang laku,” jelas Ani.

Ia menjelaskan, bahwa sebelumnya ia berjualan makanan di pinggir jalan. Namun, adanya pandemi ini memaksanya untuk memutar otak agar bisa terus bertahan hidup bersama keluarganya. Masker kain pun akhirnya dipilih menjadi bisnis barunya karena ia mempunyai cukup keahlian untuk membuat benda tersebut.

Siapa saja bisa memulainya

Dapat dilihat, jika ternyata siapa pun bisa memulai sebuah bisnis. Baik seorang anak SMA, seorang mahasiswa, seorang ibu rumah tangga, dan tentunya semua kalangan bisa memulai sebuah bisnis. Inovasi dan motivasi tentunya menjadi langkah awal sebelum sebuah bisnis dimulai.

Meskipun demikian, memulai bisnis juga bukanlah suatu hal yang mudah walau dapat dilakukan oleh semua orang. Perlu niat dan tekad yang besar untuk memulai sebuah bisnis. Sebuah modal pun tentunya diperlukan. Risiko yang tidak diharapkan juga sudah harus dipikirkan.

Sebuah harapan

Ahlam, Nataya, dan Ani, mereka bertiga berharap agar bisnisnya bisa sukses dan menginspirasi orang lain. Mereka juga berharap pandemi ini cepat berakhir agar dapat mengembangkan bisnisnya dan membuat bisnisnya menjadi lebih produktif.

“Ya, semoga aja cepat berakhir ini pandeminya, biar saya juga bisa jualan dengan normal lagi. Masker kain juga nanti mungkin bisa lebih dikasih inovasi biar tetap jalan walaupun pandeminya sudah berakhir,” tutur Ani.

Berkreasi dan berusaha pada masa pandemi ini juga bisa membawa keuntungan untuk berbagai orang. Maka dari itu, ayo bangkit, berpikir, dan mulai beraksi. Buatlah kegiatan produktif versi diri masing-masing. Jangan buat kesempatan yang bisa didapatkan pada masa pandemi ini hilang begitu saja. Semua orang pasti mampu jika terus berusaha.

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: Adi Ginanjar Maulana

terbaru

GARUDA SHIELD 2021: Indonesia Bermain Cantik!

Netizen Rabu, 28 Juli 2021 | 20:15 WIB

Indonesia-Amerika Serikat telah membuat sejarah panjang dalam latihan militer bersama atau pertukaran perwira militer.

Netizen, GARUDA SHIELD 2021: Indonesia Bermain Cantik!, GARUDA SHIELD,Militer,Indonesia,Amerika Serikat

Mengapa Tak Ada Seruan Berpartisipasi Mengatasi Covid-19?

Netizen Selasa, 27 Juli 2021 | 17:35 WIB

Vaksin dianggap menjadi penyelamat dari serangan virus Corona yang diperkirakan lebih mematikan dari virus flu lainnya.

Netizen, Mengapa Tak Ada Seruan Berpartisipasi Mengatasi Covid-19?, Seruan Berpartisipasi,Mengatasi Covid-19,COVID-19,Virus Corona

Dari Olympia Jadilah Uitspanning Na Inspanning (UNI)

Netizen Selasa, 27 Juli 2021 | 09:02 WIB

Dari Olympia Jadilah Uitspanning Na Inspanning (UNI)

Netizen, Dari Olympia Jadilah Uitspanning Na Inspanning (UNI), UNI,sidolig,Persib,sepakbola,bandung,Teddy Kessler,Wim Kuik

Mengungkap Fakta Kandungan Susu Bear Brand

Netizen Senin, 26 Juli 2021 | 23:00 WIB

Alasannya, karena susu Bear Brand diyakini dapat meredakan paparan Covid-19.

Netizen, Mengungkap Fakta Kandungan Susu Bear Brand, Fakta,Susu,Bear Brand,COVID-19,Sehat,Hoaks

Inggris Melibatkan Diri Dalam Perang Ideologi di Asia

Netizen Sabtu, 24 Juli 2021 | 15:24 WIB

Media-media internasional secara luas memberitakan pelayaran satuan tugas gabungan Inggris, Amerika Serikat dan Belanda...

Netizen, Inggris Melibatkan Diri Dalam Perang Ideologi di Asia, Inggris,Pengaruh Inggris,kebudayaan Asia,Pengaruh Inggris di Asia

510 Hari Minus Sentuhan

Netizen Jumat, 23 Juli 2021 | 21:35 WIB

Kesakralan sentuhan tak lagi ada selama masa pandemi Covid-19.

Netizen, 510 Hari Minus Sentuhan, sentuhan,Pandemi Covid-19,Jaga Jarak,Sosial,Dampak Pandemi Covid-19

Ciharegem, Dungusmaung, Cimaung, Pamoyanan: Toponimi yang Berhubungan...

Netizen Kamis, 22 Juli 2021 | 22:30 WIB

Di Cekungan Bandung, sedikitnya ada 8 nama geografi yang berhubungan dengan harimau.

Netizen, Ciharegem, Dungusmaung, Cimaung, Pamoyanan: Toponimi yang Berhubungan dengan Harimau, Toponimi,Harimau,cekungan bandung,Kota Bandung

Jangan Berhenti pada Kata Maaf

Netizen Kamis, 22 Juli 2021 | 22:00 WIB

Akhirnya ada perwakilan pemerintah yang menyampaikan permintaan maaf kepada publik terkait dengan penanganan pandemi Cov...

Netizen, Jangan Berhenti pada Kata Maaf, Kata Maaf,Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan,PPKM Jawa-Bali,pemerintah Indonesia

artikel terkait

dewanpers
arrow-up