web analytics
  

Apakah "Tahun Ajaran Baru" Dibuka di Musim Pandemi?

Selasa, 30 Juni 2020 11:28 WIB Netizen Sam Edy Yuswanto

[Ilustrasi] Petugas membersihkan meja dan ruangan kelas di SMA Negeri 3, Jalan Belitung, Kota Bandung, Selasa (9/6/2020). (Irfan Al-Faritsi)

Sam Edy Yuswanto

Penulis lepas, tulisannya tersebar di berbagai media, lokal hingga nasional.

AYOBANDUNG.COM -- Pandemi COVID-19 masih belum benar-benar musnah dari bumi tercinta ini. Namun, roda kehidupan terus berjalan dan aktivitas pun harus terus dijalani. Semua harus kita hadapi dengan penuh kepasrahan dan keikhlasan.

Karena saya yakin, di balik ujian virus corona ini tersimpan hikmah besar bagi umat manusia. Di antaranya ialah kita jadi lebih peduli dengan kebersihan dan pentingnya menjaga kesehatan di segala situasi dan kondisi.

Menjalankan berbagai aktivitas di musim pandemi tentu berbeda dengan hari-hari sebelumnya ketika belum ada wabah Corona.

Menggunakan masker, sering mencuci tangan dengan sabun atau cairan disinfektan, serta menjaga jarak dengan orang-orang, merupakan sederet cara yang mestinya berusaha kita terapkan saat menjalani berbagai aktivitas, sebagai bentuk ikhtiar agar kita semua terhindar dari tertular virus berbahaya tersebut.

Di musim pandemi ini, proses belajar mengajar di berbagai lembaga pendidikan pun seyogianya jangan sampai terhenti. Sebagaimana kita ketahui bersama, bulan Juli mendatang kita akan dihadapkan dengan tahun ajaran baru periode tahun 2020/2021.

Ini artinya, sekolah-sekolah (termasuk perguruan tinggi) akan kembali dibuka, agar para siswa kembali mencari berbagai ilmu pengetahuan sebagai bekal menghadapi kehidupan serta masa depan. Tentu saja dalam proses belajar mengajar tersebut, semua pihak terkait (guru, siswa, orangtua, dan masyarakat) harus mematuhi protokol kesehatan dari pemerintah.

Merujuk keterangan yang saya peroleh di laman kemendikbud.go.id, kementerian pendidikan dan kebudayaan (kemendikbud) telah membuat keputusan bersama kementerian agama, kementerian kesehatan, dan kementerian dalam negeri tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran tahun ajaran baru di masa Pendemi COVID-19.

Yang menjadi prinsip kebijakan pendidikan di masa pandemi COVID-19 bahwa kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga, dan masyarakat merupakan priorotas utama dalam menetapkan kebijakan pembelajaran.

Dalam tahun ajaran baru tersebut kemendikbud tentu memiliki sejumlah agenda pendidikan. Apa saja agenda tersebut? Yakni, pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar dan pendidikan menengah, pendidikan tinggi, pendidikan pesantren dan pendidikan keagamaan. Terkait pendidikan pesantren dan pendidikan agama akan dijelaskan lebih lanjut secara terpisah oleh kementerian agama/kemenag (kemendikbud.go.id).

Bagaimana Pola Pembelajarannya?

Selanjutnya tentang pola pembelajaran di masa pandemi ini, kita harus berupaya memahami dan menjalankan kebijakan yang telah ditetapkan oleh pemerintah, agar selama proses belajar mengajar nantinya dapat berjalan dengan lancar dan aman sesuai dengan harapan bersama.

Berikut ini saya uraikan pola pembelajaran tahun ajaran baru 2020/2021 sebagaimana dilansir dari laman kemendikbud.go.id:

Bahwa proses belajar mengajar (pendidikan) anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah di tahun ajaran baru 2020/2021 akan tetap dimulai pada bulan Juli 2020. Perlu diperhatikan bersama, bahwa untuk daerah yang berada di zona kuning, oranye, dan merah, dilarang melakukan pembelajaran secara tatap muka di satuan pendidikan. Satuan pendidikan pada zona-zona tersebut diharapkan tetap melanjutkan Belajar Dari Rumah (BDR).

Sementara itu, bagi mereka yang berada di zona hijau, harus melalui prosedur yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Sebagaimana dilansir oleh kemendikbud.go.id bahwa peserta didik baru bisa melakukan pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan secara bertahap ketika telah melewati empat prosedur.

Pertama, daerah tersebut (kabupaten/kota) masuk dalam zona hijau. Kedua, pemda atau kanwil/kantor kemenag telah memberikan izin. Ketiga, satuan pendidikan telah memenuhi semua daftar periksa dan siap melakukan pembelajaran tatap muka. Keempat, pihak orangtua (wali murid) telah menyetujui proses pembelajaran secara tatap muka.

Akhirnya, sebagai masyarakat umum, saya hanya mampu berharap mudah-mudahan proses belajar mengajar di tahun ajaran baru ini dapat berjalan sesuai harapan. Dan semoga virus Corona segera musnah tak tersisa dari bumi ini. Allaahumma aamiin.

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: Adi Ginanjar Maulana

artikel lainnya

dewanpers