web analytics
  

PLN Lakukan Pendataan Kampung Tanpa Jaringan Listrik di Bandung Barat

Senin, 29 Juni 2020 21:57 WIB Tri Junari

Warga mengisi token listrik. (Irfan Al-Faritsi)

GUNUNG HALU, AYOBANDUNG.COM -- Petugas PLN Cililin melakukan pendataan dan pengecekan lokasi ke sejumlah kampung di pelosok Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang belum terjangkau jaringan listrik dan berjanji akan segera meningkatkan rasio eletrifikasi di Jaw Barat.

Manager PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Cililin, Wildan Fitransah Wardana menerangkan, pihaknya telah mendatangi beberapa kampung di Desa Sirnajaya, Kecamatan Gunung halu, KBB yang ditengarai belum terjangkau jaringan listrik secara mantap.

Di Kampung Garunggang Hilir, RT 03 RW 21, Desa Sirnajaya terdapat kurang lebih 20 potensi pelanggan yang belum memasang KWH. Akses menuju tiang terdekat berjarak sekira 400 meter dan butuh 12 tiang listrik agar listrik dinikmati secara utuh.

"Melalui pantauan GPS jarak tiang terdekat sekitar 400 meter dan ada potensi pelanggan baru 20 rumah tangga," ungkap Wildan saat dihubungi Ayobandung.com, Senin (29/6/2020).

Menurutnya, PLN tengah melakukan pendataan pemukiman pelosok yang belum terjankau jaringan listrik. Kondisi geografis yang berbukit dan aksebilitas jalan yang kurang baik menyulitkan PLN merampungkan pendataan.

"Kondisi geografis di wilayah selatan KBB memang cukup menjadi kendala di lapangan, namun kami akan terus melakukan upaya agar rasio elektrifikasi terus meningkat," sebutnya.

Setelah pendataan rampung, sebut dia, ada berbagai program dengan sumber anggaran dari PLN agar jaringan listrik mantap bisa menjangkau wilayah pelosok. 

"Tentu ini menjadi prioritas PLN, jika listrik sudah sampai ke pelanggan akan merangsang pertumbuhan ekonomi masyarakat serta peningkatan produksi komoditas," tandasnya.

Terpisah Kepala Desa Sirnajaya, Suhardi mengatakan, masyarakat berharap bisa secepatnya menikmati layanan energi listrik. Jika listrik sudah masuk ke pelosok diyakini akan merangsang pertumbuhan ekonomi wilayah dengan meningkatnya komoditas pertanian.

"Disini banyak komoditas pertanian yang membutuhkan peralatan listrik agar produksinya lebih baik, mesin kemas, penggilingan dan alat listrik penunjang lainnya akan memberi andil besar pada ekonomi warga," katanya.

Pihak desa juga akan bersinergi dengan PLN agar masalah jangkauan jaringan listrik bagi warga pelosok bisa segera terselesaikan. Ia juga berharap pemerintah pusat dan pemangku kebijakan konsisten mempercepat pembangunan masyarakat pelosok.

"Saya memahami PLN di daerah tidak bisa berbuat banyak selain pendataan dan pengajuan, yang dibutuhkan sekarang komitmen PLN pusat pada pembangunan di pelosok," ucapnya.

Tag
Editor: Dadi Haryadi

artikel lainnya

dewanpers