web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Pengendara Motor di Fly Over Cimindi Tersayat Gelasan Layangan

Senin, 29 Juni 2020 22:28 WIB Tri Junari

Layangan (Pixabay)

CIMAHI, AYOBANDUNG.COM -- Seorang pengendara motor yang sedang melintas di Fly Over Cimindi, Kota Cimahi, menjadi korban dari permainan layang-layang yang menjadi favorit anak-anak di masa libur sekolah dan musim kemarau. 

Pengendara tersebut mengalami luka ringan pada bagian leher akibat tersayat benang gelasan layang-layang yang membentang setelah putus akibat beradu dengan layang-layablng lainnya. 

Informasi soal lukanya seorang pengendara akibat benang gelasan layang-layang bahkan viral di sejumlah akun media sosial instagram dengan keterangan seperti berikut. 

'Bagi yang akan melintasi jalur fly over Cimindi diharap berhati² dikarenakan adanya yang bermain layangan sehingga gelasan layangan membentang ke jalur tersebut dan mengakibatkan satu orang pengendara KR2 mengalami luka di leher._Sumber: Forum Barojol Community Cimahi_'

Netizen ramai-ramai meminta agar pemain layang-layang bisa ditertibkan lantaran membahayakan bahkan berakibat fatal bagi pengendara motor yang melintas dalam kecepatan cukup tinggi. 

Menanggapi hal tersebut Komandan Regu Pemadam Kebakaran Kota Cimahi Indrahadi mengungkapkan sudah seharusnya ada pembatasan area untuk bermain layang-layang meminimalisir korban luka. 

"Betul kami juga terima laporan ada pengendara yang terluka akibat benang layangan, bahkan sampai hari ini terkonfirmasi ada dua korban luka, lokasinya sama-sama di Jembatan Cimindi. Jadi sudah seharusnya ada penertiban," ungkap Indrahadi saat dihubungi Senin (29/6/2020).

Saat ini Kota Cimahi mengalami keterbatasan lahan terbuka sebagai area bermain anak-anak termasuk bermain layang-layang. 

"Area aman untuk main layangan kan harusnya lapangan, tapi itu juga tidak boleh dekat dengan area terbang pesawat, bisa mengganggu penerbangan. Kalau lapangan di lingkungan warga Cimahi sudah sulit. Akhirnya bermain di permukiman dan ujung-ujungnya tetap membahayakan pengendara," bebernya. 

Sementara di permukiman juga bakal memunculkan potensi kebakaran akibat tergeseknya kabel listrik saat benang layang-layang menyangkut. 

"Indikasi ke arah sana ada, perkaranya ketika benang nyangkut ke kabel pasti ditarik paksa, indikasi kabel terkelupas akhirnya otomatis minim isolasi sampai menimbulkan ledakan dan kebakaran," tandasnya.

Editor: Dadi Haryadi
dewanpers