web analytics
  

Penjualan Hewan Kurban Dipediksi Anjlok Akibat Pandemi

Senin, 29 Juni 2020 20:52 WIB Tri Junari

Hewan Kurban (Ayobandung.com)

CIMAHI, AYOBANDUNG.COM -- Penjualan hewan kurban pada Iduladha tahun ini diprediksi akan mengalami penurunan yang signifikan. Hal itu dipengaruhi kondisi ekonomi akibat pandemi Corona Virus Disease (Covid-19).

Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kota Cimahi Uden Mulyadi menuturkan, tahun lalu tercatat ada sekitar 175 sapi yang terjual dari wilayahnya. Namun tahun ini diprediksi hanya 100 ekor sapi yang terjual.

Hingga saat ini, tercatat baru ada sekitar 50 ekor sapi yang dipesan konsumen dari peternak di wilayahnya. Konsumen berasal dari wilayah Bandung Raya, seperti Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Bandung Barat (KBB).

“Laporan dari para peternak sapi di Cipageran atas di 6 RW baru 50 ekor (yang dipesan),” terang Uden yang juga peternak asal warga Kampung Torobosan, RT 02/12, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara itu, Senin (29/6/2020).

Untuk harga, beber Uden, sapi yang dijual paling murah di wilayahnya adalah Rp18 juta. Tapi biasanya yang paling banyak diburu adalah sapi dengan harga Rp20 juta.

"Di Cipageran paling minim itu Rp 18 juta, paling mahal RP 30 juta,” ungkap Uden.

Perihal Kesehatan sapi yang dijual, lanjut Uden, nantinya akan diperiksa oleh Dinas Pangan dan Pertanian Kota Cimahi untuk memastikan bahwa sapi di wilayahnya memenuhi syarat untuk dikurbankan. 

“Nanti kan dikasih tanda sehat oleh dokter hewan,” ucapnya.

Kepala Bidang Pertanian pada Dinas Pangan dana Pertanian Kota Cimahi, Mita Mustikasari mengatakan, selain dari Kota Cimahi, hewan kurban yang dijual untuk kebutuhan kurban berasal dari Jawa Tengah dan Jawa Timur.

“Kalau sapi dari Jawa Tengah sama Jawa Timur. Domba dri Cililin sama Garut,” katanya.

Ditegaskannya, meski ditengah pandemi Covid-19, pihaknya akan tetap melakukan pemeriksaan hewan kurban baik dari tingkat penjual maupun penetrnak. Pemeriksaan Kesehatan meliputi ante mortem (sebelum disembelih) dan post mortem (setelah disembelih).

"Targetnya 3 ribu ekor yang terperiksa. Kalau dinyatakan sehat dan memenuhi syarat baru diberikan kalung tanda sehat dan memenuhi syarat," tandas Mita.

Editor: Dadi Haryadi

artikel lainnya

dewanpers