web analytics
  

Sultan Sepuh Arief Nilai Rahardjo Layak Dipolisikan

Senin, 29 Juni 2020 12:34 WIB Erika Lia
Umum - Regional, Sultan Sepuh Arief Nilai Rahardjo Layak Dipolisikan , Sultan Keraton Kasepuhan Cirebon, Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat,Keraton Kasepuhan Cirebon,Berita Cirebon,Berita Keraton CIrebon

Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat (Ayocirebon.com/Erika Lia)

CIREBON, AYOBANDUNG.COM -- Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat menilai perbuatan Rahardjo, pria yang mengklaim sebagai keturunan Keraton Kasepuhan, telah melanggar hukum.

Sebagai respon atas aksi pria dari Jakarta itu, Sultan Sepuh Arief menganggapnya layak dipolisikan. Dia juga memastikan, Rahardjo tak berhak atas tahta.

"Oknum  yang mengaku telah mengambilalih Keraton Kasepuhan Cirebon bukanlah orang yang berhak atas tahta Keraton Kasepuhan Cirebon,  baik secara silsilah, adat istiadat, serta tradisi yang berlaku secara turun temurun Kasultanan Kasepuhan Cirebon," katanya melalui siaran pers mengingat masih dalam perawatan atas sakitnya.

Arief menyebut tindakan itu merupakan tindakan iseng yang tak berdasar. Dia meyakinkan, yang bersangkutan tidak berhak atas gelar kerajaan.

Rahardjo juga, imbuhnya, bukan sultan dan bukan merupakan putra sultan. Gelar Sultan ditegaskannya, harus merupakan putra sultan, sebagaimana adat istiadat maupun tradisi yang berlaku secara turun temurun di Kesultanan Keraton Kasepuhan Cirebon.

Dalam hal ini, Arief memastikan dirinya memiliki hak secara turun temurun di Kesultanan Kasepuhan Cirebon. Pasca upaya pengambilalihan, dia meyakinkan keraton sampai kini kondusif.

"Wewenang dan kendali (ada pada) Sultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan Cirebon Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat," tegasnya.

Pihaknya menilai, perbuatan Rahardjo bersama sejumlah orang yang menyertainya, telah melanggar hukum karena mencemarkan nama baik dan masuk tanpa izin ke lingkungan keraton.

Oknum itu pula dituduh telah melakukan ancaman pembunuhan dan menyiarkan berita bohong. Karenanya, Rahardjo dan kawan-kawannya dipandang telah melanggar Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) Nomor 11 Tahun 2008 dan KUHPidana.

"Karena itu, kejadian ini layak dilaporkan secara hukum ke kepolisian demi tegaknya hukum dan  menjaga marwah Keraton Kasepuhan Cirebon," tutur Arief.

Pihaknya memohon doa dan dukungan dari para wargi kesultanan, pemerintah, maupun aparat keamanan. Kejadian itu sendiri dipandang memalukan dan aparat kesehatan diharapkan dapat menyelesaikan sebaiknya.

"Semoga Keraton Kasepuhan Cirebon sebagai bagian dari sejarah dan jati diri bangsa tetap lestari, aman, dan damai," tutupnya.

Editor: Rizma Riyandi

artikel terkait

dewanpers