web analytics
  

Gula Bikin Seseorang Cemas, Fakta atau Mitos?

Senin, 29 Juni 2020 10:27 WIB M. Naufal Hafizh
Gaya Hidup - Sehat, Gula Bikin Seseorang Cemas, Fakta atau Mitos?, Gula,Manfaat Gula,Bahaya Gula,Cemas,depresi,Kesehatan Mental

Makanan dengan banyak gula. (Pixabay)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM Gula, selain memengaruhi kesehatan fisik seperti menyebabkan obesitas dan diabetes tipe 2, gula bisa memengaruhi kesehatan mental, salah satunya membuat cemas.

Dilansir Psychology Today, berikut bagaimana gula dapat memengaruhi sejumlah masalah kesehatan mental.

1. Depresi

Peneliti menemukan, konsumsi gula secara berlebihan meningkatkan risiko depresi dan memperburuk kondisi seseorang dengan skizofrenia.

Gula dapat menekan aktivitas dari hormon BDNF, yang berkadar rendah pada orang dengan depresi dan skizofrenia.

Makanan dengan pemanis buatan juga merupakan akar dari peradangan kronis, yang berdampak pada sistem kekebalan tubuh, otak, dan sistem lain di dalam tubuh. Menariknya, negara dengan penduduk asupan gulanya tinggi juga memiliki tingkat depresi yang tinggi.

2. Kecanduan

Meski masih kontroversial, banyak bukti menunjukkan potensi adanya kecanduan gula.

Baik narkoba, gula dan makanan cepat saji yang diolah akan membanjiri otak dengan dopamin dan seiring waktu dapat mengubah fungsi otak.

Menurut sebuah penelitian dari Universitas Yale, hanya dengan memandang milkshake, pusat penghargaan di otak seseorang diaktifkan.

3. Kecemasan

Gula memang tidak secara langsung dapat menyebabkan kecemasan, tetapi dapat memperburuk gejalanya dan mengganggu kemampuan tubuh dalam mengatasi stres.

Makanan manis dapat menyebabkan sulit berpikir dan kelelahan, yang semuanya dapat diartikan sebagai tanda serangan panik, sehingga meningkatkan kekhawatiran dan ketakutan.

Dalam studi 2009, tikus yang diberi sukrosa menunjukkan tanda-tanda kecemasan daripada tikus yang diberi madu dengan antioksidan tinggi.

Mengubah pola makan dengan membatasi gula memang tidak dapat menyembuhkan kecemasan, tetapi bisa meminimalkan gejalanya, meningkatkan energi dan meningkatkan kemampuan tubuh untuk mengatasi stres.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers