web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Ini Kunci Kesuksesan Liverpool Juarai Liga Inggris

Minggu, 28 Juni 2020 06:02 WIB Republika.co.id

Liverpool Juara Liga Inggris 2019=2020. (Liverpoolfc/Instagram)

ERPOOL, AYOBANDUNG.COM--Pelatih Everton Carlo Ancelotti menilai Juergen Klopp telah membangun kekuatan yang sempurna untuk Liverpool dalam kurun waktu empat tahun terakhir. Buah dari kesabaran Klopp pun berujung pada gelar Liga Primer Inggris 2019/2020.

Everton sukses menahan imbang Liverpool pada lanjutan pekan ke-30 Primer dengan skor imbang tanpa gol. Meski begitu, the Reds tetap mengeklaim trofi liga pada pekan ke-31.

Kepastian itu didapat setelah pada laga lain Manchester City sebagai peringkat kedua klasemen kalah 1-2 atas Chelsea. Dengan prestasi yang dicapai Klopp bersama Liverpool, Ancelotti pun melempar pujian kepada pelatih asal Jerman.

"Saya memiliki hubungan yang hebat dengan Klopp. Kami sudah bertemu minggu lalu dan saya sudah memberi selamat kepadanya bahkan sebelum kepastian kemenangan mereka," kata Ancelotti kepada Sky Sports, Sabtu (27/6/2020).

Klopp bergabung dengan Liverpool dari Borussia Dortmund pada 2015 pelatih berusia 53 tahun tersebut membutuhkan waktu tiga musim untuk menunjukkan kualitasnya.

Buah dari kesabaran tersebut datang pada musim 2018/2019 dengan mempersembahkan titel Liga Champions pertama untuk tim asal Merseyside Merah. Menyusul titel Piala Super Eropa, Piala Dunia Antar-klub, dan teranyar pada 2019/2020 trofi Liga Primer.

Untuk itu Ancelotti angkat topi atas kinerja Klopp selama membesut the Anfield Gank. Baginya, Klopp merupakan otak dari kesuksesan Liverpool saat ini.

"Dengan banyak kesabaran, dia mampu membangun mesin yang sempurna. Tidak hanya di Liga Primer tetapi juga untuk apa yang ia berhasil lakukan selama lima tahun ini sejak kedatangannya," sambung mantan allenatore AC Milan.

Ancelotti juga bercerita bagaimana situasi peryaan gelar juara Liverpool, karena dirinya sekarang tinggal di kota Merseyside dan bersebalahan dengan rumah Georginio Wijnaldum

"Ini kemenangan yang sangat dinanti sepanjang 30 tahun lamanya. Jadi, bagi saya itu normal bahwa mereka merayakannya dengan cara mereka bahkan dengan semua batasan yang ada."

Editor: Adi Ginanjar Maulana

artikel lainnya

dewanpers