web analytics
  

Rumah Terhalang Proyek KCIC, Warga KBB 'Ngontrak'

Minggu, 28 Juni 2020 23:01 WIB Tri Junari

Proyek pembangunan trase kereta cepat Bandung-Jakarta yang digarap oleh konsorsium PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) menutup akses rumah warga di Kampung Simpati RT 03/05, Desa Cilame, Kabupaten Bandung Barat (KBB). (Ayobandung.com/Tri Junari)

NGAMPRAHAYOBANDUNG.COM -- Proyek pembangunan trase kereta cepat Bandung-Jakarta yang digarap oleh konsorsium PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) menutup akses rumah warga di Kampung Simpati RT 03/05, Desa Cilame, Kabupaten Bandung Barat (KBB). 

Akses masuk rumah warga terhalang oleh kegiatan pengeboran tiang pancang (bored pile) kereta cepat sejak Januari 2020. Imbasnya, aktivitas keluar-masuk rumah lumpuh total hingga warga terpaksa mengontrak.

"Proyek tersebut membuat kami lumpuh beraktivitas tidak bisa masuk dan keluar rumah karena akses jalan satu-satunya tertutup," ujar pemilik rumah Eka Suryana (45), Minggu (28/6/2020). 

Eka menjelaskan, mega proyek strategis nasional (PSN) itu bukan saja menutup akses jalan menuju rumahnya. Tapi juga merusak sumber air bersih, dinding, dan atap rumah akibat getaran pengeboran. 

Selain bocor, rumah Eka selalu didera banjir lumpur tatkala hujan tiba. Lumpur berasal dari proyek yang terbawa air hujan ke pemukiman warga.

"Air PDAM sudah tidak mengalir karena pipa rusak, dinding retak-retak, genting pada jatuh karena getaran. Saat hujan, otomatis bocor semua," jelasnya. 

Karena kondisi itu, Eka memilih mengungsi dengan cara mengontak rumah ke lokasi yang lebih aman dan mudah diakses. Pasalnya, setiap dia mengadukan kondisi rumahnya kepada pelaksana proyek, selalu tak ditanggapi. 

"Kami terpaksa mengungsi dan mengontrak rumah dikarenakan rumah yang kami pakai untuk bernaung mati total. Saya harap perusahaan bisa segera turun tangan dan mengembalikan kondisi rumah seperti sediakala," katanya.

Sementara itu, Manager PR dan CSR PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Deni Yusdiaana mengaku belum mengetahui terkait peristiwa tersebut. Dalam waktu dekat pihaknya melakukan pengecekan ke lapangan. 

"Saya belum tahu tentang kejadian itu, nanti saya cek dulu ke lapangan," ujarnya

Editor: Adi Ginanjar Maulana

artikel lainnya

dewanpers