web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Sirnajaya Berpeluang Jadi Agrowisata Kopi Gununghalu

Minggu, 28 Juni 2020 20:53 WIB Tri Junari

Kopi Gununghalu (Ayobandung.com/Tri Junari)

GUNUNG HALU, AYOBANDUNG.COM--Komoditas Kopi Gununghalu asal Kabupaten Bandung Barat (KBB) dikenal memiliki citarasa khas dan bernilai tinggi hingga pernah menyabet penghargaan AVPA Gourmet Product di pameran SIAL Paris, Perancis. 

Namanya yang tersohor hingga menembus pasar ekspor rupanya berbanding terbalik dengan kondisi perkembangan wilayah Kecamatan Gununghalu. Tidak ada sentra atau agro wisata yang menunjang ketenaran Kopi Gununghalu

Kepala Desa Sirnajaya, Kecamatan Gununghalu, Suhardi mengatakan, Kopi Gununghalu yang telah dikenal luas hingga mancanegara memiliki potensi besar mengangkat wilayah di selatan KBB ini menjadi destinasi wisata. 

Hingga saat ini tidak ada sentra oleh-oleh maupun tempat semacam agrowisata Kopi Gununghalu bagi wisatawan. Banyak wisatawan khususnya pecinta kopi yang kesulitan mencari lokasi yang tepat menikmati kopi di tempat asalnya.

"Selama ini tidak ada tempat khusus bagi pengunjung yang ingin melihat pengolahan hingga menikmati langsung kopi Gununghalu, mereka kebanyakan bisa memesan melalui daring tetapi jika ingin menikmati langsung tidak ada tempat yang refresentatif bagi wisatawan," ungkapnya, Minggu (28/6/2020). 

Agrowisata ini memiliki konsep menyuguhkan pengalaman berbeda bagi wisatawan maupun pecinta kopi. Di tempat ini wisatawan bisa melihat bagaimana proses hulu hilir Kopi Gununghalu.

"Idealnya wisatawan bisa melihat langsung kebun, panen, pengolahan, pengemasan hingga ada kedai oleh-oleh serta kafe untuk menikmati langsung kopi Gununghalu," terang dia. 

Desa Sirnajaya yang diapit oleh perkebunan teh dan hutan pinus berjarak sekitar 5 kilometer dari kantor Kecamatan Gunung Halu merasa ideal memiliki agrowisata kopi Gununghalu

Jika terwujud, pengunjung bisa melihat langsung pengolahan sekaligus menikmati kopi tenar ini dengan suasana nan sejuk memanjakan mata. 

"Sayangnya kita belum punya anggaran untuk itu, kalau tanah kas desa sudah ada tapi untuk bangunan dan penunjang lainnya butuh biaya cukup besar," keluhnya.

Suhardi meyakini, agrowisata kopi Gununghalu di Desa Sirnajaya akan menunjang perkembangan pariwisata wilayah selatan bersanding dengan Curug Malela di Rongga. 

Agrowisata juga akan memberi dampak positif bagi tumbuhnya penghasilan dan profesi baru warga sekitar. Multiflier effect adanya agrowisata ini masyarakat akan lebih sejahtera dan potensi objek wisata sekitarnya akan terangkat.

"Nama besar Kopi Gununghalu tidak akana berarti jika kesejahteraan masyarakatnya tidak terangkat, kita ingin branding kopi menjadi destinasi wisata baru di Gununghalu," terangnya.

Terpisah, Camat Gununghalu Hari Mustika menerangkan, bentangan alam yang dimiliki kecamatan Gununghalu berpotensi menjadi wilayah tujuan wisata. Perkebunan teh, pinus, sungai, serta udara yang sejuk serta komoditas pertanian unggul layak menjadi modal sebagai wilayah baru pariwisata. 

"Ada berbagai potensi wisata alam yang bisa dikembangkan seperti air terjun dan wisata arung jeram, selain itu komoditas pertanian unggulan seperti kopi, beras hitam, gula aren, vanili, talas pratama dan sereh wangi ada di sini," katanya.

Hari menilai, besarnya potensi wilayah ini tidak akan berkembang jika tidak didukung pasokan anggaran dan program dari stakeholder.

Pembinaan masyarakat melalui koperasi, pelatihan dan pembangunan insfrastruktur mesti segera dilakukan agar Gununghalu siap menjadi destinasi baru.

"Masyarakat sudah mulai melakukan akselerasi program pertanian dan pariwisata untuk menunjang perkembangan wilayah," tandasnya.

Editor: Adi Ginanjar Maulana
dewanpers