web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Catat! Ini Tip Bisnis Frozen Food Rumahan dari Praktisi

Sabtu, 27 Juni 2020 13:43 WIB Republika.co.id

[Ilustrasi] Frozen Food. (Andreas Lischka/Pixabay )

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM – Praktisi dan institusi kuliner, Shinta, pengusaha kuliner MpekMoy, dan Executive Chef Aston Prioritas Simatupang, Djoko Hendrasto, memberikan tips-tips agar makanan beku bisa jadi ladang usaha baru.

Hal itu mengingat permintaan akan frozen food atau makanan beku meningkat cukup signifikan selama pandemi Covid-19.

Melalui pelatihan virtual bertajuk 'Ayo...Jadi Pebisnis Frozen Food' yang diinisiasi Jagatbisnis(dot)com pada Rabu (24/6/2020), para praktisi mencoba memberikan inspirasi.

"Intinya kalau hanya ide saja tanpa dieksekusi tidak akan jalan. Jadi, kita harus berani untuk melakukannya. Mudah atau susah itu proses," kata Shinta.

Perempuan berusia 48 tahun ini menambahkan, untuk promosi di awal bisa dilakukan di lingkungan rumah, maupun lewat pertemanan di media sosial.

"Dari pre order (PO) kita mulai percaya, dari situ kita harus konsisten untuk melakukan promosi yang kita tawarkan. Di awal melalui pertemanan di grup (medsos), lama-lama akan berkembang," ucapnya.

Di sisi lain, tentu saja selain memperhatikan cita rasa yang lezat, juga dalam proses pengolahan beku baik mulai dari memasak hingga pengemasan harus memperhatikan protokol kesehatan.

Keunggulan makanan beku sendiri bisa bertahan lama maksimal hingga 6 bulan. Saat ini, produk frozen yang dimiliknya, antara lain pempek, somay, pindang patin, pindang daging, tahu baso, dimsum, otak-otak, dan tekwan.

"Produk beku bagus, bertahan cukup lama. Misalkan, makanan saya bertahan paling lama hingga 6 bulan. Lebih dari 6 bulan, teksturnya berubah, tapi untuk rasanya masih tetap sama, enggak berubah, masih enak," ucapnya.

Djoko Hendrasto menambahkan, saat pandemi, seseorang masih bisa prouktif sehingga bisa mendapatkan penghasilan yang menggiurkan.

"Jadi memang justru harus berpikir terbalik (pandemi Covid-19) menjadi peluang. Jika istri jago memasak, dari hobi itu bisa kita karyakan, sehingga bisa mendapatkan income," ujar pria yang telah bekerja sebagai chef selama 20 tahun ini.

Kendati demikian, bagi yang tidak andal memasak bisa belajar memasak melalui sarana internet.

"Adik saya bisa memasak dari internet. Dia coba setahun, dan sekarang pintar memasak," ujarnya.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel lainnya

dewanpers