web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Ratusan Warga Bandung Jalani Tes Covid-19, 5 Orang Positif

Jumat, 26 Juni 2020 13:48 WIB Nur Khansa Ranawati

Ratusan Warga Bandung Jalani Tes Covid-19, 5 Orang Positif (Ayobandung.com/Nur Khansa)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM -- Ratusan warga Kota Bandung menjalani pengetesan Covid-19 berupa rapid test dan swab test yang diselenggarakan oleh Badan Intelijen Negara (BIN) pada Kamis hingga Sabtu, 25-27 Juni 2020. Hingga hari ini, Jumat (26/6/2020) setidaknya terdapat 5 warga yang dinyatakan positif Covid-19.

Pengetesan pertama digelar kemarin di Gedung Promosi, Kecamatan Bandung Kulon. Dari hasil pengetesan yang diikuti oleh lebih dari 400 orang tersebut, terdapat belasan orang yang reaktif Covid-19, dan lima di antaranya dinyatakan positif Covid-19.

Sementara hari ini, hingga sekitar pukul 10.00 pengetesan masih terus berlangsung sehingga hasil sementara belum diketahui. Warga yang dinyatakan positif Covid-19 tersebut telah dirujuk ke rumah sakit di Kota Bandung.

"Selama tiga hari dari kemarin sampai besok akan ada pengetesan kepada masyarakat di Gedung Sate," ungkap Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Gedung Sate Bandung, Jumat (26/6/2020).

"Dari sekian banyak, yang reaktif tidak terlalu besar tapi ada yang ditemukan positif. Sudah dirujuk ke rumah sakit di Kota Bandung, jadi yang positif lima (orang)," jelasnya.

Emil, sapaan Ridwan Kamil mengatakan, pengetesan serupa juga akan dilakukan di wilayah-wilayah lainnya di Jabar. Pengetesan terdiri dari dua prosedur, yakni rapid test dan swab test. Warga yang dinyatakan reaktif dari hasil rapid test akan langsung mendapat swab test di tempat dan hari yang sama.

"Jika ada yang reaktif, dalam waktu yang bersamaan itu langsung ada dua mobil dengan PCR yang bisa melakukan swab test," ungkapnya.

Emil mengatakan, selama enam minggu ke belakang, angka reproduksi Covid-19 di Jabar konsisten di bawah 1. Meski demikian, ia meminta warga di tiap daerah untuk tetap disiplin.

"Angka reproduksi Covid-19 sudah di bawah satu selama 6 minggu. Walaupun masuk AKB (Adaptasi Kebiasaan Baru), tapi kewaspadaan tidak turun," ungkapnya.

 

Editor: Rizma Riyandi

artikel lainnya

dewanpers