web analytics
  

Kompetisi Tanpa Penonton Bikin Galau, Persib Minta Pertimbangan

Kamis, 25 Juni 2020 17:40 WIB Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Persib - Maung Bandung, Kompetisi Tanpa Penonton Bikin Galau, Persib Minta Pertimbangan, Komisaris Persib Umuh Muchtar,kompetisi tanpa penonton,liga indonesia tanpa penonton

Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB) Umuh Muchtar (Ayobandung.com/Eneng Reni Nuraisyah Jamil)

TANJUNGSARI, AYOBANDUNG.COM -- Kompetisi Liga 1 2020 bakal bergulir pada September dan Oktober mendatang. Kompetisi strata tertinggi sepak bola Indonesia itu akan dilanjutkan setelah ditangguhkan imbas pandemi virus corona.

Mengacu pada pedoman pencegahan dan pengendalian Covid-19 di sepak bola Indonesia, PSSI dan PT Liga Indonesia Baru bersepakat, lanjutan kompetisi bakal digelar tertutup. Artinya kompetisi tidak dapat disaksikan langsung penonton.

Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB) Umuh Muchtar mengatakan, otoritas sepak bola Tanah Air diharapkan bisa mempertimbangkan ulang wacana tersebut. Lantaran kebijakan melanjutkan kompetisi tanpa penonton akan membuat galau tim.

Dengan kebijakan tersebut, klub akan kehilangan pendapatan dari penjualan tiket pertandingan kandang. Padahal itu menjadi pemasukan terbesar bagi mayoritas tim.

"Kalau tanpa penonton itu dipertimbangkan dan diperhitungkan. Klub-klub lain juga gimana kalau tanpa penonton. Banyak klub lain yang juga mengharapkan hasil dari tiket. Hasil tiket 'kan sangat membantu," kata Umuh di kediamannya, Kamis (25/6/2020).

Hanya saja, pihaknya pasrah jika regulasi tetap demikian. Umuh berharap kasus Covid-19 di Indonesia pada September atau Oktober bisa jauh terkendali. Dengan begitu, semua kegiatan di Indonesia bisa kembali berjalan normal termasuk sepak bola.

"Mudah-mudahan lah September atau Oktober aman ada penonton," ungkapnya.

Sementara itu, andai situasi belum memungkinkan, Umuh menyarankan suporter bisa menonton pertandingan secara bertahap dengan menerapkan berbagai mekanisme sesuai protokol kesehatan.

Umuh mencontohkan, dalam setiap pertandingan jumlah suporter yang hadir di stadion bisa dibatasi. Opsi lainnya, setiap bangku di tribune penonton bisa diberi jarak aman.

"Beri jarak saja itu akan lebih aman. Kalau ada yang tidak beli tiket ketahuan karena lebih kelihatan, itu lebih bagus. Silang saja kursinya, atau tiga (kosong) satu (isi). Kan bisa beli tiket online. Itu juga buat mengoreksi orang yang gak punya tiket karena mereka otomatis duduk di tempat silang. Polisi dan keamanan harus berani mengeluarkan mereka (yang melanggar)," ujarnya.

Editor: Ananda Muhammad Firdaus
dewanpers