web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Ini Kunci Kesuksesan Ridwan Kamil Atasi Covid-19 di Jabar

Kamis, 25 Juni 2020 17:24 WIB Rizma Riyandi

Gubernur Jabar Ridwan Kamil kepada Menko Kemaritiman dan Investasi dalam Rapat Evaluasi Pelaksanaan Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum Tahun 2020, dan Perencanaan Tahun 2021 via video conference di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis (18/6/2020). (Dok Humas Pemprov Jabar)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Jawa Barat merupakan salah satu provinsi dengan risiko penularan Covid-19 terendah di Indonesia. 

Hal ini terlihat dari peringkat jumlah penderita Covid-19 di tingkat nasional, di mana Jabar menduduki rangking ke-28 dari 34 provinsi.

"Jabar sempat masuk jadi provinsi dengan jumlah penderita Covid-19 tertinggi. Tapi sekarang kami sudah peringkat 28," kata Gubernur jabar Ridwan Kamil dalam MarkPlus Government Roundtable dengan tema 'Jawa Barat-Destinasi Investasi Prioritas Indonesia di Era COVID-19', Kamis (25/6/2020).

Bahkan menurutnya, saat ini penderita Covid-19 di Jabar terus berkurang, dan jumlah pasien yang sembuh terus bertambah. Ridwan Kamil pun membagikan empat kiat Pemprov Jabar dalam menghadapi Covid-19.

"Pertama, pandemi ini merupakan hal yang baru. Jadi saya dan para ahli di Jawa Barat terus belajar," ujar Ridwan Kamil.

Dia tak menampik jika gara-gara Pandemi Covid-19, Pemprov Jabar jadi lebih sering mengadakan kajian dengan para ahli epidemologi dan kesehatan. Bahkan diskusi tentang Covid selalu berlangsung hampir setiap hari.

"Yang kedua, kami selalu mengambil keputusan berdasarkan pertimbangan ilmiah. Jadi wilayah yang kondisinya jelek harus diberi dosis ekstra," kata Ridwan Kamil.

Ia menyampaikan, dengan wilayah yang begitu luas, penanganan Covid-19 di Jawa Barat tidak bisa disamaratakan. Setiap kabupaten/kota membutuhkan penanganan yang berbeda tergantung kondisi dan status wilayah masing-masing.

Misalnya penanganan di Bogor, Depok, dan Bekasi (Bodebek), mau tidak mau harus mengikuti DKI Jakarta. Akan tetapi wilayah yang masuk zona kuning seperti priangan timur bisa sedikit leluasa dalam penerapan PSBB.

"Ketiga, kami terus berinovasi dengan menciptakan alat perang Covid-19 sendiri," ujar Ridwan Kamil.

Saat ini Pemprov Jabar menggandeng BUMN serta perguruan tinggi telah menciptakan alat-alat kesehatan Covid-19. Antara lain APD, rapid test, PCR, masker, dan ventilator. Adapun yang kiat yang kunci keberhasilan yang ke-empat adalah berani mengambil risiko.  

"Sebagai pemimpin saya tidak bisa menyenangkan semua pihak," papar Ridan Kamil.

Misalnya tentang keputusan PSBB. Jika diteruskan orang-orang di sektor ekonomi menjerit. Tapi jika dihentikan pasti pakar kesehatan akan menentang.

Editor: Adi Ginanjar Maulana

artikel lainnya

dewanpers