web analytics
  

Unpad Kembangkan 3.000 VTM Tes Swab untuk Jangkau Pelosok

Kamis, 25 Juni 2020 13:45 WIB Nur Khansa Ranawati
Bandung Raya - Bandung, Unpad Kembangkan 3.000 VTM Tes Swab untuk Jangkau Pelosok, VCM Unpad,unpad,swab test unpad

Peneliti Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran, Hesti Lina memeragakan VitPAD, VTM sampe swab test yang tahan di suhu ruangan (Ayobandung.com/Nur Khansa Ranawati)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM -- Saat ini, salah satu kendala dalam pengetesan Covid-19 di Indonesia adalah keterbatasan alat viral transport media (VTM) guna menaruh hasil sampel swab untuk dibawa ke laboratorium. 

Selain unitnya masih mengandalkan impor, produk VTM komersil yang beredar di pasaran saat ini juga memiliki sejumlah keterbatasan.

Peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran, Hesti Lina Wiraswati mengatakan bahwa VTM impor masih menemukan kendala bila tim pengetesan harus menjangkau daerah pelosok yang jauh dari laboratorium. Pasalnya, VTM harus dibawa dengan menggunakan ice box karena tidak tahan dalam suhu kamar.

"Sekarang kan sedang digalakkan tes massal, butuh pemeriksaan yang banyak dan harus bisa jangkau pelosok. Kami berpikir bagaimana caranya membuat VTM produk lokal yang tahan di suhu kamar," ungkapnya dalam konferensi pers virtual di Gedung Sate Bandung, Kamis (25/6/2020).

Dia mengatakan, VTM yang tahan dalam suhu ruangan akan memudahkan perpindahan sampel dari tempat pengetesan atau faskes di tempat yang bersangkutan menuju laboratorium pemeriksaan. 

Selain itu, mengembangkan VTM buatan lokal akan dapat menekan ketergantungan impor sehingga pengetesan bisa dilakukan dengan lebih murah dan efisien.

Untuk itu, pihaknya saat ini telah berhasil memproduksi VTM yang dinamai VitPAD Iceless Transport System. Selain lebih murah dari VTM yang ada di pasaran saat in, VitPAD juga realtif lebih aman karena virus dapat dinonaktifkan terlebih dahulu ketika dibawa.

"Kami sudah ujicoba dari 10 sampel positif yang dibandingkan dengan VTM komersil. Hasilnya konsisten VitPAD bisa tahan 15 hari di suhu kamar. Jadi tidak perlu ice box lagi," ungkapnya.

Saat ini, dia mengatakan, produk tersebut tengah berada dalam tahap validasi menggunakan jumlah sampel yang lebih besar. Pengurusan perizinan secara paralel juga tengah dilakukan. Pihaknya telah mendapat hibah dari pemerintah pusat untuk melakukan validasi tersebut.

"Rencananya kami akan bikin 3.000 kit dulu untuk didistribusikan ke faskes-faskes terutama di Jawa Barat," jelasnya. 

Editor: Adi Ginanjar Maulana

artikel terkait

dewanpers