web analytics
  

Pasar Andir Berlakukan Ganjil-Genap, Pedagang Merasa Dirugikan

Rabu, 24 Juni 2020 13:37 WIB
Bandung Raya - Bandung, Pasar Andir Berlakukan Ganjil-Genap, Pedagang Merasa Dirugikan, Pasar Andir,Pedagang Pasar Andir,Pedagang Pasar,Ganjil Genap Pasar,Ganjil Genap Pasar Andir

Pasar Andir (suara.com)

ANDIR, AYOBANDUNG.OM -- Kebijakan ganjil genap yang diberlakukan terhadap kios-kios pedagang di Pasar Andir kawasan Jalan Ciroyom Kota Bandung menuai kontroversi. Langkah ini dilakukan sebagai upaya pencegahan terjadinya kerumunan massa yang dapat menyebabkan penyebaran Virus Covid-19.

Meski begitu, pedagang mengaku keberatan dengan kebijakan tersebut. Pedagang bahkan menilai pemberlakuan kebijakan ganjil-genap dinilai merugikan dagangan mereka.

"Kita memang harusnya, acuan dari pemerintah untuk mengurangi kerumunan, pengelola meminta untuk diterapkan ganjil genap. Tapi keberatan sih (kebijakannya), soalnya sehari buka sehari tutup, pemasukan pastinya jadi berkurang. Udah mah gitu, sekarang juga yang belanja sedikit," kata seorang pedagang baju di Pasar Andir Ridwan Safei (45) saat ditemui Rabu (24/6/2020).

Ridwan mengaku, sebelumnya tokonya sempat tutup, semasa pemerintah menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kota Bandung, selama kurang lebih 15 hari.

Ia pun sempat mengurangi jumlah karyawannya. Sebelum pandemi, ia memiliki tiga pegawai. Namun di tengah pandemi yang mengharuskan pasar tutup, dia terpaksa merumahkan dua orang lainnya.

"Sekarang mah dapat Rp 600 ribu sehari juga udah lumayan. Beda sama dulu, bisa sampai satu (juta), dua juta rupiah," kata dia.

Senada dengan Ridwan, pedagang baju seragam sekolah di blok lantai 1 Siti Marwah (46) mengakui, kondisi saat ini begitu berat dengan kebijakan ganjil-genap.

"Kalau kebijakan ini untuk pedagang mah berat. Tapi kalau enggak ada kebijakan seperti ini, masa kita harus tutup terus," kata Marwah.

Pasar Andir yang dikelola PT APJ, telah menerapkan penerapan ganjil-genap bagi kios-kios yang beroperasi sejak 13 Juni 2020. Penerapan itu diberlakukan, setelah pemerintah membolehkan adanya kegiatan di pasar, namun wajib mengurangi jumlah massa.

"Aturan dari pemerintahan, hanya memperbolehkan 30 persen ‎dari kapasitas. Nah maka-nya kita terapkan ganjil genap sesuai tanggal dan nomor kios. Jadi kita di sini minimalisir terjadi kerumunan massa," kata Staf PT APJ Ade Kusmawijaya saat ditemui di Pasar Andir.

"Jadi misalnya penerapan hari pertama kemarin, waktu tanggal 13, itukan ganjil. Nah yang boleh buka berarti kios dengan nomor ganjil. Besok genap, nah kios yang nomor genap buka yang ganjil tutup," lanjut Ade.

Ade menuturkan, kebijakan ganjil genap untuk tiap kios, juga sebagai langkah antisipasi ketimpangan sosial. Pasalnya, jika benar diterapkan hanya 30 persen, dapat terjadi keributan antar pedagan. Menurut dia, dinamika para pedagang, berbeda satu sama lainnya.

"Kalau ikuti pemerintah, hanya 30 persen. Sedangkan di pasar ini ada 2.500 kios lebih. Kan tidak semuanya buka, bisa terjadi kecemburuan sosial. Makanya kita terapkan ganjil genap biar adil," ucapnya.

Untuk antisipasi penyebaran Virus Corona, Ade juga menambahkan, protokol kesehatan sangat ketat diterapkan di pasar Andir. Diantaranya, mereka yang beraktivitas dalam pasar harus menggunakan masker dan menyediakan handsanitizer. Kios-kios pun harus dilengkapi dengan penyekat plastik untuk menjaga jarak.

"Kemudian dari belasan pintu keluar masuk, kita tutup semua hanya tiga yang dioperasikan. Serta kita juga menghimbau para pedagang untuk menolak pembeli yang tidak gunakan masker. Jika tidak, pedagang harus menyiapkan mask‎er bagi para pembelinya," katanya.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Rizma Riyandi

terbaru

Peluang Kebangkitan Industri TPT Masih Besar

Bandung Rabu, 27 Januari 2021 | 20:24 WIB

Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) optimistis industri tekstil dan produk tekstil (TPT) Jawa Barat mampu bersaing ber...

Bandung Raya - Bandung, Peluang Kebangkitan Industri TPT Masih Besar, Industri TPT,tekstil dan produk tekstil (TPT),Satgas Pemulihan Ekonomi Jabar

Petugas Jasa Pikul Tolak Angkut Jenazah Covid-19 di TPU Cikadut, Ini P...

Bandung Rabu, 27 Januari 2021 | 15:47 WIB

Keluarga jenazah yang terpapar Covid-19 harus memanggul peti dari tempat parkir hingga liang kubur secara mandiri di Pem...

Bandung Raya - Bandung, Petugas Jasa Pikul Tolak Angkut Jenazah Covid-19 di TPU Cikadut, Ini Penjelasannya, Pengangkut jenazah covid-19,Suryana tukang gali kubur di TPU Cikadut,TPU Cikadut,Janazah Covid-19 TPU Cikadut,Petugas pemanggul janazah Cikadut,Pemakaman Covid-19,Petugas Pemakaman Covid-19,Penolakan Jenazah Covid-19

Sampah Jadi Emas, Program Sederhana Hasil Luar Biasa

Bandung Rabu, 27 Januari 2021 | 14:50 WIB

Lewat program ini, masyarakat cukup mengumpulkan sampah anorganik seperti sampah kertas, kaleng, kardus, gelas, botol pl...

Bandung Raya - Bandung, Sampah Jadi Emas, Program Sederhana Hasil Luar Biasa, Kang Pisman,menabung sampah jadi emas,Wali Kota Bandung Oded M. Danial,PD Kebersihan Kota Bandung

Keluarga Bingung hingga Angkut Peti Sampai ke Liang Kubur di TPU Cikad...

Bandung Rabu, 27 Januari 2021 | 14:36 WIB

Keluarga jenazah yang terpapar Covid-19 harus memikul peti dari tempat parkir hingga liang kubur secara mandiri di Pemak...

Bandung Raya - Bandung, Keluarga Bingung hingga Angkut Peti Sampai ke Liang Kubur di TPU Cikadut, Petugas Pikul Peti Jenazah,Jenazah Terlantar,Petugas Angkut peti jenazah,TPU Cikadut,Jenazah Covid-19 terlantar,Pemakaman Covid-19,Petugas Pemakaman Covid-19,Penolakan Jenazah Covid-19

Petugas Kecewa Dibilang Pungli, Keluarga Jenazah Covid-19 Panggul Peti...

Bandung Rabu, 27 Januari 2021 | 13:56 WIB

Keluarga jenazah yang terpapar Covid-19 harus menggotong peti dari tempat parkir hingga liang kubur secara mandiri di P...

Bandung Raya - Bandung, Petugas Kecewa Dibilang Pungli, Keluarga Jenazah Covid-19 Panggul Peti Sendiri, Jenazah Covid-19,Jenazah Covid-19 terlantar,Janazah Covid-19 TPU Cikadut,Petugas pemanggul janazah,Petugas pemanggul janazah Cikadut

Di Bawah Ancaman Tutup, Seniman Saung Angklung Udjo Tetap Berkarya

Bandung Rabu, 27 Januari 2021 | 12:35 WIB

Yayan Mulyana, anak keenam Udjo Ngalagena adalah salah satu yang masih rutin 'menyulap' bilah-bilah bambu menjadi satu s...

Bandung Raya - Bandung, Di Bawah Ancaman Tutup, Seniman Saung Angklung Udjo Tetap Berkarya, Saung Angklung Udjo,Saung Angklung Udjo tutup,Kondisi Saung Angklung Udjo,Seniman Saung Angklung Udjo,Perajin Saung Angklung Udjo

Tim Gober Temukan Granat Nanas di Sungai Cikapundung

Bandung Rabu, 27 Januari 2021 | 12:25 WIB

Babinsa Maleer Sertu Teguh mengatakan, saat ini penemuan granat tersebut masih dalam penanganan pihak Polsek Batununggal...

Bandung Raya - Bandung, Tim Gober Temukan Granat Nanas di Sungai Cikapundung, Penemuan granat Bandung,Penemuan granat nanas Bandung,Granat nanas Cikapundung,Granat Nanas

Masih Aktif, Sesar Lembang Dipantau BMKG Sejak 1963

Bandung Rabu, 27 Januari 2021 | 10:03 WIB

Menurutnya, keaktifan sesar ini diindikasikan dengan adanya aktivitas gempa-gempa kecil yang masih terjadi di sepanjang...

Bandung Raya - Bandung, Masih Aktif, Sesar Lembang Dipantau BMKG Sejak 1963, Sesar Lembang,Gempa Sesar Lembang,dampak gempa sesar lembang,BMKG,sesar lembang adalah,sesar lembang bmkg,sesar lembang bahaya,sesar lembang 2021,sesar lembang bandung
dewanpers