web analytics
  

Mau Gelar Resepsi Nikah di Bandung Saat Pandemi? Ini Syaratnya

Rabu, 24 Juni 2020 13:14 WIB Nur Khansa Ranawati

Forum Aspirasi Pengusaha Jasa Pernikahan (FAPJP) Kota Bandung menggelar simulasi resepsi pernikahan di Graha Batununggal Bandung, Rabu (24/6/2020). (Nur Khansa Ranawati/Ayobandung.com)

BANDUNG KIDUL, AYOBANDUNG.COM -- Forum Aspirasi Pengusaha Jasa Pernikahan (FAPJP) Kota Bandung menggelar simulasi Resepsi Pernikahan di Graha Batununggal Bandung, Rabu (24/6/2020).

Dalam simulasi tersebut, Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana dan unsur kewilayahan setempat turut hadir memantau.

Simulasi tersebut digelar sebagaimana Resepsi Pernikahan pada umumnya. Namun, terdapat penerapan protokol kesehatan yang terbilang ketat selama "resepsi" berlangsung.

Berdasarkan pantauan Ayobandung.com, para tamu yang hadir akan diminta mengisi daftar hadir dengan buku tamu digital. Seluruh tamu juga diminta mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, dan melewati pengecekan suhu sebelum masuk ruangan.

Bila lolos, tamu akan dipakaikan stiker khusus di bagian lengan. Bila suhu melebihi batas maksimal, tamu akan dibawa ke ruang isolasi dengan dijaga oleh petugas PMI berpakaian APD.

Dari pintu masuk, stiker jejak kaki sebagai pembatas jarak antartamu dipasang di setiap area ruangan. Termasuk ketika menuju pelaminan, tempat tamu harus tetap menjaga jarak dan tidak berhimpitan.

Di pelaminan, prosesi bersalaman antartamu dan mempelai harus dilaksanakan tanpa menjabat tangan atau menyerupai salam "namaste". Seluruh peserta Resepsi Pernikahan, termasuk kedua mempelai, harus mengenakan masker selama acara berlangsung kecuali pada saat makan.

Seluruh prosesi yang melibatkan jabat tangan tak terhindari seperti pada saat prosesi akad nikah harus dilakukan dengan mengenakan sarung tangan. Prosesi sungkeman pun dilaksanakan secara terbatas.

Perbedaan yang paling mencolok dari resepsi sebelum pandemi adalah pembatasan jumlah tamu. Saat ini, sebuah gedung hanya bisa diisi oleh maksimal 30% dari kapasitas biasa. Gedung Graha Batununggal yang bisa memuat hingga 2.000 orang kali ini maksimal hanya boleh menampung 500 orang.

"Dan tidak boleh ada standing party, semua harus duduk agar physical distancing tetap terjaga. Kalau duduk kan jadinya lebih terkendali," ungkap Yana.

Selain itu, tamu anak-anak dan tamu lanjut usia dilarang memasuki area. Area parasmanan pun diberi jarak, dan seluruh tamu yang hendak mengambil makanan harus mengenakan hand sanitizer terlebih dahulu.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel lainnya

dewanpers