web analytics
  

Jangan Pernah Menyia-nyiakan Waktu

Rabu, 24 Juni 2020 08:57 WIB Netizen Sam Edy Yuswanto

[Ilustrasi] Waktu. (Nile/Pixabay )

Sam Edy Yuswanto

Penulis lepas, tulisannya tersebar di berbagai media, lokal hingga nasional.

AYOBANDUNG.COM -- Kita tentu sepakat bila Waktu adalah harta yang sangat berharga dalam hidup ini. Oleh karenanya, mari kita selalu berusaha agar Waktu yang kita miliki jangan sampai terbuang sia-sia. Berusahalah untuk tidak membiarkan banyak Waktu luang lewat begitu saja tanpa melakukan ragam kegiatan yang bermanfaat, baik kemanfaatan untuk diri sendiri, lebih-lebih untuk sesama makhluk ciptaan-Nya.

Kita tentu mengerti, bahwa setiap orang memiliki jatah Waktu yang sama, yakni 24 jam setiap harinya. Orang yang sukses dan berhasil meraih impian hidupnya memiliki durasi Waktu yang sama persis dengan orang yang gagal meraih impiannya. Yang membedakan keduanya adalah cara menggunakan waktunya. Bila orang sukses terbiasa menggunakan Waktu 24 jam dengan baik, efektif, dan produktif, maka lain halnya dengan para pemalas yang gagal meraih impiannya. Orang yang gagal biasanya tak berusaha memanfaatkan waktunya dengan baik.

Ada sebuah maqalah atau quote menarik tentang pentingnya menggunakan Waktu dengan baik; “Tidak akan pernah kembali Waktu yang telah berlalu”. Maqalah ini dapat menjadi peringatan bagi kita bahwa yang namanya Waktu itu akan terus mengalir, sementara usia akan terus berkurang. Melewati Waktu dengan sia-sia tak akan dapat terlunasi selamanya. Hari Senin barangkali akan datang lagi pada minggu-minggu berikutnya, tetapi Senin hari ini dan yang sudah terlewat tidak akan pernah terulang kembali. Tak heran bila Waktu diibaratkan sebuah pedang yang akan melukai pemiliknya bila tak pandai menggunakannya (NU Online, 14/11/2016).

Ciri Orang Beruntung

Perlu dipahami bersama, salah satu ciri atau tanda orang yang beruntung ialah ketika ia mampu memanfaatkan waktunya dengan baik. Waktu 24 jam setiap harinya berusaha ia gunakan untuk melakukan hal-hal bermanfaat dan mendulang rida dan pahala dari-Nya. Misalnya, memperbanyak ibadah, bersedekah, mencari ilmu, bekerja mencari rezeki halal untuk menafkahi keluarga, dan lain sebagainya.

K.H. Husein Muhammad, dalam buku Ulama-ulama yang Menghabiskan Hari-harinya untuk Membaca, Menulis, dan Menebarkan Cahaya Ilmu Pengetahuan, memaparkan keterangan seorang ulama ternama, Imam Ibnu al-Qayyim, yang pernah mengatakan, “Jika Allah menghendaki seseorang menjadi baik, Dia akan membantunya dengan Waktu dan menjadikan Waktu itu menolongnya. Jika menghendaki seseorang menjadi buruk, Dia membiarkan waktunya tersia-sia”.

Apa yang pernah dituturkan dengan bijak oleh Imam Ibnu al-Qayyim tersebut seyogianya dapat menjadi sebuah motivasi sekaligus renungan bagi kita untuk selalu berupaya memanfaatkan Waktu dengan baik setiap harinya. Saat sedang merasa malas, kita bisa membaca kembali perkataan beliau, agar kita terlecut semangat untuk selalu menggunakan Waktu dengan baik sehingga kelak tergolong orang-orang yang beruntung di sisi-Nya.

Memang saya akui, rasa bosan atau jenuh kadang datang menggoda hari-hari kita. Hal itu tentu sangat manusiawi. Yang terpenting, jangan sampai rasa bosan itu menjadi berlarut-larut dan membuat kita merasa malas untuk melakukan beragam kegiatan positif. Saat kebosanan datang melanda, menurut pengalaman saya, kita hanya butuh rehat sejenak; mencari hiburan atau melakukan hobi yang kita sukai agar otak dan hati menjadi lebih fresh (segar). Misalnya, jalan-jalan ke tempat wisata sejenak, membaca buku-buku motivasi, berkebun, menonton film, dan lain sebagainya.

Percayalah, rasa bosan dan jenuh yang kadang datang tanpa diundang itu sifatnya hanyalah sementara. Ya, hanya sementara. Biasanya rasa tersebut akan hilang seusai kita menyelinginya dengan hal-hal yang membuat otak dan hati menjadi lebih fresh. Semoga tulisan sederhana saya kali ini bermanfaat untuk kita semua.

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: M. Naufal Hafizh
dewanpers