web analytics
  

Inilah 7 Relaksasi Pajak dari Kota Bandung

Selasa, 23 Juni 2020 15:32 WIB Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Bandung Raya - Bandung, Inilah 7 Relaksasi Pajak dari Kota Bandung, relaksasi pajak,pajak kota bandung,bppd kota bandung,Berita Bandung

Bandung Menjawab di Balai Kota Bandung, Selasa (23/6/2020). (Eneng)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Pandemi Covid-19 telah berdampak pada seluruh bidang kehidupan warga Kota Bandung, termasuk ekonomi. 

Hal itu juga berpengaruh terhadap perolehan pajak yang sebagian besar didapat dari sektor jasa dan perdagangan.

Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (BPPD) Kota Bandung, Arief Prasetya mengaku, saat ini telah menurunkan target raihan karena merosotnya angka pendapatan pajak.

“Awalnya target kita adalah Rp2,7 triliun. Triwulan satu masih melampaui target. Masuk triwulan dua saat ini luar biasa drop. Padahal targetnya Rp360 miliar,” jelas Arief saat Bandung Menjawab di Balai Kota Bandung, Selasa (23/6/2020).

Arief pun meminta keringanan kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk menyesuaikan target pajak. Saat ini, target pajak Kota Bandung menjadi Rp2,2 triliun. Di triwulan dua, target pajak disesuaikan menjadi Rp111 miliar. BPPD pun mampu melampaui sampai Rp186 miliar per 23 Juni 2020.

“Tapi pandemi ini belum berakhir. Banyak hotel dan restoran yang tutup dan berakibat pada sektor hiburan. Maka di sektor hiburan targetnya kita nolkan, karena karoke, spa, itu tutup,” jelasnya.

saat ini Kota Bandung hanya mengandalkan perolehan pajak dari 3 sektor saja, yaitu Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), dan Bajak Penerangan Jalan (PJJ). Ketiga sektor tersebut dipandang tidak akan berubah selama pandemi Covid-19.

Namun dalam pelaksanaan pemungutan pajak, Arief pun memberikan stimulus berupa keringanan-keringanan dalam pembayaran. BPPD Kota Bandung telah menetapkan tujuh relaksasi untuk meringankan masyarakat membayar PBB.

1. NJOP Menyesuaikan? Tenang, Pemkot Bandung Beri Stimulus

Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 20 Tahun 2011 tentang Pajak Daerah menyatakan bahwa besaran Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) ditetapkan setiap tiga tahun. Terakhir kali Pemkot Bandung melakukan penyesuaian NJOP adalah tahun 2017. 

Maka, tahun 2020 Pemkot Bandung perlu melakukan penyesuaian lagi agar tidak ada perbedaan yang jauh antara NJOP dengan harga pasar. Tahun ini, BPPD melakukan penyesuaian angka NJOP sebesar 55%.

“Namun, warga tak perlu khawatir sebab BPPD memberikan stimulus PBB sebesar 100%. Artinya tahun ini warga Bandung akan membayar PBB sejumlah yang mereka bayar tahun 2019,” terang Arief.

Sedangkan untuk tahun depan, Aried menjamin akan tetap memberikan stimulus dengan besaran yang menyesuaikan perkembangan ekonomi Kota Bandung. Stimulus ini bertahap dan berjenjang.

“Ini merupakan perhatian kita pada masyrakat yang sedang mengalami pandemi,” imbuhnya.

2. Bebas Denda Pajak untuk Tunggakan sampai 2017

BPPD menggratiskan denda tunggakan pajak 2017 sampai 2020. Warga yang masih menunggak PBB bisa langsung melunasi kewajibannya tanpa harus khawatir akan terkena denda.

“Untuk wajib pajak akan bayar PBB, misalnya di tahun 2017 dan 2018 belum bayar PBB, silakan bayar pokoknya saja. Itu namanya sunset policy, kita bebaskan itu sehingga masyarakat bisa membayar pokoknya saja,” ujar Arief lagi.

3. PBB Gratis untuk Warga Miskin

Pemkot Bandung menggratiskan PBB untuk warga miskin dengan nilai PBB di bawah Rp100.000. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk keberpihakan Pemkot Bandung kepada warga menengah ke bawah.

“Silakan bapak ibu cek ke kantor UPT kami, sudah kami cap lunas,” tuturnya.

4. PBB Gratis untuk Veteran. Diskon untuk Pensiunan

Pemkot Bandung juga menggratiskan PBB untuk para pejuang kemerdekaan. Para veteran yang ingin memanfaatkan fasilitas ini bisa mengajukan kepada Pemerintah Kota Bandung.

“Veteran pejuang kemerdekaan, 100% bebas apabila mengajukan. Kalau veteran merasa keberatan silakan mengajukan. Pensiunan ASN, BUMN, BUMD, TNI, Polri juga mendapat keringanan. Ada yang 25%, 40%, ada beberapa,” jelasnya.

5. Bayar PBB dengan Sampah, Hanya di Kota Bandung

Jika warga kesulitan membayar PBB, BPPD Kota Bandung juga membolehkan warga membayar kewajibannya dengan menggantinya dengan sampah. Warga bisa membuka rekening di bank sampah mandiri yang ada di wilayahnya. 

Jika saldo tabungannya sudah mencukupi, maka bank sampah akan melakukan autodebet untuk membayarkan PBB.

“Jadi misalnya sehari bisa mengumpulkan plastik, kardus, kaleng, lalu ditukar ke bank sampah misalnya jadi Rp8.000, begitu terus setiap hari sampai cukup saldonya, maka akan langsung autodebet.. Kalau saldonya belum cukup sampai jatuh tempo, bisa ditambah (dengan uang). Lebih meringankan, kan,” ucap Arief.

6. T-PBB alias Tabungan PBB

Jenis pembayaran melalui tabungan juga bisa dilakukan di Bank BJB melalui T-PBB. Wajib pajak bisa melakukan setoran ke bank dengan mencicil hingga jatuh tempo. Jika saldo tabungan sudah mencukupi untuk membayar PBB, bank akan melakukan autodebet.

“Sama dengan melalui bank sampah, kalau saldonya masih kurang sampai jatuh tempo, kekurangannya juga bisa ditambah,” imbuhnya.

7. Tanggal Jatuh Tempo Mundur

Kabar gembira lainnya adalah mundurnya jatuh tempo pembayaran PBB. Biasanya, jatuh tempo PBB terjadi di akhir bulan September.

“Tahun ini kami beri perpanjangan sampai 31 Oktober 2020,” ucap Arief. 

Editor: Rizma Riyandi

terbaru

12 Napi Korupsi Lapas Sukamiskin dapat Remisi Idulfitri

Bandung Kamis, 13 Mei 2021 | 22:01 WIB

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin Bandung menyatakan ada sebanyak 12 narapidana kasus korupsi mendapat remisi at...

Bandung Raya - Bandung, 12 Napi Korupsi Lapas Sukamiskin dapat Remisi Idulfitri, Lapas Sukamiskin,Napi Korupsi,remisi idulfitri 2021

Pencuri Gasak Laptop dan Uang saat Penghuni Rumah Salat Id

Bandung Kamis, 13 Mei 2021 | 20:57 WIB

Aksi pencurian terjadi di sebuah rumah yang berlokasi di Jalan Kembar Mas Utara depan Taman Regol, pada Kamis, 13 Mei 20...

Bandung Raya - Bandung, Pencuri Gasak Laptop dan Uang saat Penghuni Rumah Salat Id, Pencurian di Bandung,Pencurian saat Salat Id,Salat Idulftri 2021,Pencurian di Jalan Kembar Mas Utara

Pemkot Bandung Pastikan Sudah Optimal Soal Larangan Mudik

Bandung Kamis, 13 Mei 2021 | 20:02 WIB

Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengaku telah memastikan posko penyekatan larangan mudik di Kota Bandung tidak ter...

Bandung Raya - Bandung, Pemkot Bandung Pastikan Sudah Optimal Soal Larangan Mudik, Pemkot Bandung,Penyekatan Pemudik Kota Bandung,Larangan Mudik Kota Bandung

Taman Lalu Lintas Masih Sepi Pengunjung di Hari Pertama Lebaran

Bandung Kamis, 13 Mei 2021 | 19:18 WIB

Sebagian masyarakat Kota Bandung memanfaatkan libur Lebaran dengan berkunjung tempat-tempat wisata di Kota Bandung. Sala...

Bandung Raya - Bandung, Taman Lalu Lintas Masih Sepi Pengunjung di Hari Pertama Lebaran, Taman Lalu Lintas (TLL),Hari Pertama Lebaran,Wisata di Taman Lalu Lintas

Ridwan Kamil Sapa Petugas Pos Penjagaan: Mudah Mudahan Lelah Menjadi L...

Bandung Kamis, 13 Mei 2021 | 18:29 WIB

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil silaturahim virtual dengan kepala perangkat daerah Pemda Provinsi Jabar dan petugas pos...

Bandung Raya - Bandung, Ridwan Kamil Sapa Petugas Pos Penjagaan: Mudah Mudahan Lelah Menjadi Lillah, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil,Silaturahim Virtual,Petugas Pos Penjagaan,Petugas Penyekatan Pemudik

Warga Berbondong-bondong ke TPU Astanaanyar Untuk Ziarah Kubur

Bandung Kamis, 13 Mei 2021 | 17:19 WIB

Aktivitas pada hari Lebaran identik dengan ziarah kubur. Tradisi ini melibatkan penghormatan keluarga dan mengenang berp...

Bandung Raya - Bandung, Warga Berbondong-bondong ke TPU Astanaanyar Untuk Ziarah Kubur, TPU Astana Anyar,ziarah kubur lebaran,Ziarah saat Lebaran,Ziarah Kubur TPU Astana Anyar

Meski Dilarang, Warga Tetap Ziarah ke TPU Cikadut

Bandung Kamis, 13 Mei 2021 | 12:28 WIB

Pada Hari Raya Idulfitri ini peziarah yang berkunjung memang cukup banyak, berbeda dari waktu-waktu sebelumnya.

Bandung Raya - Bandung, Meski Dilarang, Warga Tetap Ziarah ke TPU Cikadut, ziarah kubur di hari Lebaran,peziarah,Hari Raya Idulfitri,tradisi ziarah kubur,protokol kesehatan peziarah,makam di TPU Cikadut,Protokol Covid-19,Larangan ziarah

Tidak Bisa Mudik, Video Call Jadi Pilihan Bercengkerama dengan Keluarg...

Bandung Kamis, 13 Mei 2021 | 11:10 WIB

Sudah dua tahun, pemerintah melarang masyarakat mudik saat Idulfitri untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Bandung Raya - Bandung, Tidak Bisa Mudik, Video Call Jadi Pilihan Bercengkerama dengan Keluarga, Video Call,Idulfitri,Penyebaran Covid-19,Larangan Mudik,Mudik

artikel terkait

dewanpers