web analytics
  

Orang Tua Siswa Pertanyakan Kuota PPDB SMP Jalur Prestasi Kota Bandung

Selasa, 23 Juni 2020 15:01 WIB Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Bandung Raya - Bandung, Orang Tua Siswa Pertanyakan Kuota PPDB SMP Jalur Prestasi Kota Bandung, PPDB Kota Bandung,PPDB SMP Kota Bandung,PPDB SMP,Berita Bandung

Petugas memperlihatkan pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) yang dilakukan secara online di SDN 132 Cihaurgeulis, Jalan Surapati, Kota Bandung, Kamis (18/6/2020). Demi mencegah adanya kerumunan di sekolah ditengah pandemi Covid-19, Dinas Pendidikan Kota Bandung menyatakan pelaksanaan PPDB tingkat SD dan SMP digelar secara online. (Irfan Alfaritsi)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM -- Sejumlah orang tua siswa mengeluhkan jumlah kuota berbeda pada awal pendaftaran dengan pengumuman penerimaan peserta didik baru (PPDB) Kota Bandung tahun 2020/2021.

Keluhan tersebut terkait kuota jalur prestasi non-akademik untuk tingkat SMP. Salah satu keluhan disampaikan warga asal Kelurahan Melatiwangi, Kecamatan Cilengkrang, Kota Bandung, Bagus Satrio Nurtantio.

Dalam email keluhan yang diterima Redaksi Ayobandung.com, Senin (22/6/2020), Bagus mempertanyakan tahapan PPDB SMP di Kota Bandung. Dia mempertanyakan perubahan data pendaftar yang berbeda setelah diverifikasi operator PPDB Dinas Pendidikan Kota Bandung.

"Tidak ada jadwal verifikasi tapi kata operator SMPN 8 Bandung ada sampai Sabtu, 20 Juni 2020. Ternyata hari ini (kemarin) masih ada perubahan data pendaftar, kata operator SMPN 8 Bandung masih ada data yang diverifikasi oleh operator PPDB Disdik Kota Bandung," kata Bagus.

Dia mempertanyakan jam pengumuman hasil PPDB Kota Bandung tahap 1. Sekadar informasi, hasil jalur afirmasi rawan melanjutkan pendidikan (RMP) dan jalur prestasi akademik maupun jalur prestasi perlombaan (non-akademik) resmi diumumkan, Senin (22/6/2020) pukul 18.00 WIB.

"Pengumuman harusnya pagi ini (Senin, 22/6/2020) diundur sampai hari ini (kemarin) jam 18.00 dan ternyata karena masih ada perubahan data. Kenapa pada saat harusnya pengumuman masih ada perubahan data? Dan ada apa? Padahal verifikasi saya rasa sudah cukup sampai minggu, 21 juni 2020," katanya.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung, Cucu Saputra menyatakan, perubahan yang terjadi terkait jumlah kuota dalam PPDB Kota Bandung sesuai prosedur dan sistem yang berlaku.

Cucu juga menegaskan, pergeseran jumlah kuota penerimaan siswa, khususnya jalur prestasi non-akademik terjadi karena aturan skor. Pasalnya batas minimal skor dalam penerimaan bisa menyebabkan pergeseran kuota pada PPDB Kota Bandung.

"Untuk pendaftar yang jalur non-akademik yang dari luar kota, misalnya, dia (sekolah) kuotanya 5 tetapi sekarang posisi kuotanya menjadi 3, itu penjelasannya adalah karena siswa itu yang dari luar kota skornya harus sekurang-kurangnya sama dengan yang dari dalam kota," kata Cucu kepada Ayobandung.com, Selasa (23/6/2020).

Cucu juga menyampaikan untuk lolos verifikasi skor yang dimiliki, siswa dari luar kota saat memilih jalur prestasi non-akademik, harus memiliki skor sama dengan batasan skor untuk wilayah dalam kota. Oleh karena itu, terjadinya pergeseran kuota disebabkan adanya calon siswa jalur prestasi non-akademik yang tidak memenuhi batas minimal skor.

"Misalnya kalau dalam kota, misal skornya taruh lah di angka 75 maka yang dari luar kota juga sekurang-kurangnya 75, jangan malah lebih rendah dari luar dalam kota, dia bisa masuk. Jadi kuota itu bukan jatah, tapi semacam proyeksi. Intinya jangan sampai dari luar kota skornya lebih rendah dari pendaftar dalam kota. Maka sekurang-kurangnya harus sama," ungkap Cucu.

Selain itu, Cucu menegaskan, untuk penentuan jam pengumuman hasil PPDB Kota Bandung tahap 1 disesuaikan dengan kesiapan sistem verifikasi. Hal ini terkait pula dengan kesiapan sistem operator PPDB kota Bandung tahap 1.

"Kalau untuk (verifikasi data) itu kan mesin yang bergerak. Verifikasi data itu udah di mesin, itu secara otomatis. Mempertanyakan jam pengumuman itu sebenernya aneh. Sebab di peraturan itu untuk jadwal pengumuman  22 Juni. Kan di peraturan untuk pengumuman tidak menyebut jam. Untung gak (diumumkan) jam 12 malam juga," katanya.

Karenanya, Cucu menegaskan, pengumuman hasil PPDB Kota Bandung tahap 1 telah sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan, yakni Senin, 22 Juni 2020.

"Kami mengambil (jam itu) karena proses akhir itu masih banyak yang mendaftar di hari terakhir. Kan harus ada upaya sinkronisasi, sistem harus bergerak terus. Nah stabilnya itu baru sekitar jam 6 sore. Karena untuk verifikasi itu, tidak otomatis orang tua upload lantas semua data itu langsung terverifikasi, mesin butuh waktu untuk bergeraknya. Masalah jam berapa, jam berapa itu kami yang harus membuat keputusan setelah sistem sudah stabil," ujarnya.

Editor: Rizma Riyandi

artikel terkait

dewanpers