web analytics
  

Isi Ceramah Ustaz Evie Lagi-lagi Jadi Sorotan

Selasa, 23 Juni 2020 14:12 WIB

Ustaz Evie Effendie berceramah. (Facebook)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Isi ceramah Ustaz Evie Effendi kembali menjadi sorotan publik. Penampilannya yang mengenakan topi bertuliskan Jerusalem dan kaos oblong berwarna hitam yang dihiasi tulisan Denim mengundang berbagai kritikan dari masyarakat.

Dalam rekaman video yang tersebar di dunia maya, penceramah tersebut tampak menyampaikan ceramah mengenai malam Nishfu Syakban.

Namun penampilan Ustaz Evie Effendie justru mendapat komentar pedas dari sejumlah warganet. Terlebih dalam video yang tersebar, pria itu sempat menyinggung soal penampilannya yang memakai topi bertuliskan Jerusalem dan mengaitkannya dengan hadis Nabi.

Ia mengatakan, "Nishfu syakban ini rata-rata hadisnya cacat. Tidak nyambung ke Nabi... Qola rasulillah, Rasul bersabda 'Barang siapa memakai topi Jerussalem, dia terancam masuk neraka' pasti laku".

Video tersebut mengundang reaksi dari berbagai pihak, salah satunya Afif Fuad Saidi. Melalui akun Twitter-nya, ia meminta kepada Evie Effendi agar lebih baik belajar nahwu shorof terlebih dahulu sebelum berceramah.

"Buat penceramah gaul Evie siapa itu namanya ..., mending belajar Nahwu sorrfof dasar dulu ya, ini bukan soal malu diketawain anak Tsanawiyah. Tapi, soal tanggung jawab pada ilmu yg disampaikan, dan kredibilitas seorang penceramah. Bcra hadist-hadist segala macam, smpe "Qola" aja salah," ujarnya dalam cuitan Twitternya.

Ia juga mengunggah sebuah video yang menunjukkan seorang santri yang menanggapi bacaan dari ceramah dari sosok yang dikenal sebagai penceramah gaul.

"Kang Evi, bacanya bukan Rosulillahi, tapi rosulullohi. Karena lafadz itu jadi fa'il-nya lafadz 'qola', dan fa'il termasuk isim-isim yang terbaca rofa'. Al-fa'iul huwa ismul marfu'ul qobla'u fi'luhu. Hayo paham nggak?" ucap laki-laki dalam video tersebut.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Rizma Riyandi
dewanpers