web analytics
  

Fobia Cermin, Lelaki Ini Pandang Dirinya sebagai Orang Gagal

Selasa, 23 Juni 2020 13:17 WIB Mildan Abdalloh
Gaya Hidup - Sehat, Fobia Cermin, Lelaki Ini Pandang Dirinya sebagai Orang Gagal, fobia,Fobia Cermin,Movitasi,Kecemasan

[Ilustrasi] Fobia cermin. (Med Ahabchane/Pixabay)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM – Sejumlah orang memiliki ketakutan terhadap cermin atau catoptrophobia.

Namun, hal itu bukan ketakutan terhadap cermin itu sendiri, tetapi pada pantulan dari cermin. Beberapa orang takut dengan pantulan mereka sendiri, sedangkan lainnya berkaitan dengan supernatural.

Berdasarkan Very Well Mind, catoptrophobia relatif jarang terjadi dan ini sangat personal dalam diri pengidapnya.

Inilah yang terjadi pada Stephen Gillatt, yang hidup dengan catoptrophobia. Ketakutan ini dimulai 5 tahun lalu, sekitar waktu yang sama ketika dia mengalami gangguan mental.

Untuk kasus Gillatt, dia sangat takut pada bayangannya sendiri di dalam cermin.

Dilansir dari Metro.co.uk, Gilliatt bisa tidak melihat ke cermin selama berbulan-bulan. Bahkan ketika dia mau pergi ke luar rumah.

Pria 40 tahun ini juga akan menutup matanya ketika dia pergi ke salon untuk memotong rambutnya.

Baginya, berjalan melewati jendela besar saat berbelanja adalah mimpi buruk, karena pantulan dirinya dari kaca jendela membuatnya tidak nyaman.

"Aku jarang melihat cermin untuk menata rambut. Rambutku pendek, jadi aku biarkan seperti ini, atau mengaplikasikan gel rambut tanpa melihat cermin," katanya.

Dia juga mengaku jarang mengetahui seperti apa penampilannya saat ke luar rumah. Biasanya, dia hanya akan bertanya kepada sang istri atau anaknya untuk tahu penampilannya.

"Ketika melihat ke cermin, yang aku lihat adalah seseorang yang tidak sukses, (serta) jelek secara emosional. Aku tidak melihat penampilan fisikku, aku justru melihat langsung ke dalam diriku," tuturnya.

Dia mengaku melihat sosok diri sendiri sebagai seseorang yang gagal dalam menjadi anak laki-laki, suami, ayah, saudara, dan teman.

"Kekuranganku. Betapa aku telah menyakiti orang, betapa aku telah mengecewakan mereka. dan betapa aku benci diriku sendiri karena melakukan semua itu. Ini juga memiliki kaitan dengan kecemasan akan kematian," lanjutnya.

Gillatt juga tidak suka difoto, karena dia benci melihat dirinya di depan kamera.

Saat ini, dia tidak mencari perawatan apa pun untuk fobianya. Dia sempat menjalani terapi selama beberapa tahun dan membicarakannya selama beberapa sesi, tetapi dia masih hidup dengan fobia yang intens.

"Aku telah membentuk perasaan dan pandangan tentang diriku selama puluhan tahun. Jadi, mungkin butuh waktu lama bagiku untuk benar-benar mengenyahkannya dan sejujurnya, hidup tanpa cermin tidak terlalu buruk setelah Anda terbiasa," katanya.

Editor: M. Naufal Hafizh
dewanpers