web analytics
  

Gunakan Masker Kain untuk Kurangi Limbah Medis

Selasa, 23 Juni 2020 12:35 WIB
Umum - Nasional, Gunakan Masker Kain untuk Kurangi Limbah Medis, Masker Kain,Limbah Medis,Limbah Medis B3,Masker,COVID-19,Corona

Ilustrasi (Pixabay)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 (PSLB3) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Rosa Vivien Ratnawati mengatakan penggunaan masker kain bisa mengurangi limbah medis di saat pandemi.

"Untuk mengurangi limbah medis dari APD, kami mengimbau masyarakat untuk mengurangi kegiatan di luar rumah (stay at home) sehingga tidak perlu sering memakai masker dan sarung tangan," kata Vivien, Selasa (23/6).

Dia menegaskan jika memang individu terpaksa harus sering memakai masker maka lebih baik menggunakan berbahan kain yang dapat dipakai ulang untuk menghindari penambahan sampah masker sekali pakai.

Selain itu, dia menyatakan mencuci tangan dengan air mengalir masih menjadi solusi protokol kesehatan yang baik untuk menghindari penggunaan sarung tangan yang dapat menjadi sarana penularan virus. Hand sanitizer juga bisa menjadi opsi lain selain memakai sarung tangan.

Dalam masa pandemi Covid-19 telah terjadi penurunan jumlah sampah di beberapa kota besar seperti Jakarta dan Surabaya. Hal itu terjadi karena banyak perkantoran, pusat perbelanjaan dan restoran tutup atau meniadakan aktivitas.

Namun, jumlah sampah justru meningkat di areal perumahan karena banyak orang bekerja dari rumah. Tidak hanya itu, sampah juga bertambah karena meningkatnya belanja daring dan kenaikan sampah medis dalam bentuk masker serta sarung tangan sekali pakai di rumah tangga.

Bahkan, studi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mencatat munculnya sampah jenis baru yaitu alat pelindung diri (APD) di dua muara sungai di Jakarta yaitu Marunda dan Cilincing. Studi itu mencatat kenaikan 16 persen sampah APD seperti masker pada Maret-April 2020 dari yang sebelumnya nihil di dua titik tersebut pada periode yang pada 2016.

Terkait hal itu Vivien mengatakan KLHK akan memastikan dinas lingkungan hidup dan dinas kesehatan untuk lebih giat mengedukasi publik terkait pemakaian dan proses pembuangan APD selama pandemi.

"Selain itu, kegiatan pengawasan dalam penanganan limbah medis di fasilitas pelayanan kesehatan (RS, Puskesmas, Klinik) harus lebih ditingkatkan dan diperketat," kata dia.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Rizma Riyandi

artikel terkait

dewanpers