web analytics
  

Gedung Landmark Bandung, dari Toko Buku van Dorp hingga Pusat Pameran

Senin, 22 Juni 2020 13:30 WIB Nur Khansa Ranawati

Gedung Landmark Bandung (Ayobandung.com/Nur Khansa)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Gedung Landmark yang terletak di Jalan Braga, Kota Bandung adalah salah satu gedung ikonik yang kerap diserbu warga dalam momen-momen tertentu. Bazaar buku, pameran pernikahan hingga job fair adalah sejumlah acara yang langganan diselenggarakan di gedung bercat putih ini.

Kegunaannya sekarang agaknya masih memiliki kemiripan dengan fungsi gedung ini nyaris satu abad lalu. Di awal masa berdirinya, gedung Landmark merupakan sebuah toko buku yang dinamai "van Dorp".

Toko buku van Dorp berdiri pada 1922, berada di deretan pertokoan Bragaweg yang memiliki konsep "arcade". Yakni bentuk pertokoan yang memperhitungkan kenyamanan pejalan kaki dengan memberi lorong untuk trotoar di bagian depan bangunan.

Berdasarkan penuturan Sudarsono Katam dan Lulus Abadi dalam Album Bandoeng Tempo Doeloe (2005), gedung ini merupakan salah satu dari sejumlah bangunan yang didesain oleh arsitek kenamaan asal Belanda, C.P. Wolff Schoemaker. Konsep desain secara keseluruhan mengusung tema art deco yang kala itu tengah tren.

Selain itu, seperti sejumlah bangunan hasil rancangan Schoemaker lainnya, gedung van Dorp memiliki ornamen Batara Kala atau Kala Klop pada bagian depan bangunan di sisi kanan dan kirinya. Ornamen tersebut menjadi semacam "tandatangan" Schoemaker pada hasil rancangannya.

Pemilihan ornamen tersebut juga digadang-gadang sebagai upaya Schoemaker untuk menyerap unsur budaya lokal pada bangunan yang ia rancang. Selain memberi ornamen dengan corak tradisional, upaya ini juga nampak dari penerapan konsep arsitektur nusantara para beberapa bagian bangunan yang ia buat, seperti atap gedung Villa Merah ITB, misalnya.

Jadi Incaran

Di masa kolonial, toko buku van Dorp sangat dikenal karena letaknya yang strategis dan juga buku-buku terbitannya yang banyak diincar. Toko buku ini merupakan cabang dari toko dengan nama serupa yang berpusat di Batavia. Beberapa daerah yang juga memiliki cabang toko van Dorp adalah Semarang dan Surabaya.

Sebagaimana dilansir dari situs Mooibandoeng, pada 1940-an toko ini pernah menerbitkan buku botani yang fenomenal. Buku tersebut berjudul “Indische Tuinbloemen”, disusun oleh M.L.A. Bruggeman, botanikus pengelola Kebun Raya Bogor. Sementara ilustratornya adalah Ojong Soerjadi.

Di bagian sampul buku tersebut terdapat tulisan N.V.G C.T VAN DORP & Co-1940. Buku ini secara unik mengajak pembacanya untuk mengenal berbagai jenis bunga yang tumbuh di Indonesia dengan mengumpulkan gambar-gambar yang dijual secara terpisah.

Di samping penjelasan mengenai jenis-jenis bunga, terdapat kolom-kolom kosong yang dapat ditempeli gambar bunga sesuai deskripsi. Total ada sebanyak 107 kolom, dimana pembelian setiap gambarnya disertai dengan bonus bibit bunga yang bersangkutan.

Sempat Terbengkalai

Toko buku van Dorp beroperasi hingga awal 1970-an. Hingga saat itu, bangunan ini dibiarkan kosong dalam waktu yang cukup lama.

Gedung tersebut akhirnya berubah menjadi tempat bermain bilyar dan sebuah bioskop di lantai dua-nya. Bioskop tersebut dinamai bioskop POP pada 1980-an.

Usia bioskop dan tempat hiburan tersebut juga tidak berlangsung terlalu lama. Pada 1993, Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) mencoba memanfaatkan gedung kosong tersebut untuk menggelar pameran buku.

Lokasinya yang strategis menjadi salah satu alasan IKAPI menggelar pameran di gedung yang kala itu telah dirubah namanya menjadi Landmark. Sejak saat itu, pameran buku tersebut seolah membuka jalan bagi berbagai acara lainnya untuk turut digelar di tempat yang sama.

Editor: Rizma Riyandi

artikel lainnya

dewanpers