web analytics
  

Bukan Hanya Kamu, Banyak Orang Kini Merasakannya

Senin, 22 Juni 2020 11:25 WIB Netizen Deandra Salsabila

[Ilustrasi] Bersama hadapi corona. (Truthseeker08/Pixabay)

Deandra Salsabila

Mahasiswa Jurnalistik Universitas Padjadjaran angkatan 2019

AYOBANDUNG.COM -- Mempunyai rencana pastinya bukan hal yang asing bagi setiap insan. Mulai dari rencana yang biasa sampai rencana yang luar biasa. Rencana yang berhasil dan terkadang juga tidak sesuai harapan. Adanya kalimat “Rencana Tuhan jauh lebih baik” pun tidak jarang didengar.

Pandemi Covid-19 juga membuat rencana yang sudah dirancang menjadi tertunda atau bahkan sirna. Tahun 2020 ini terasa hampa karena banyaknya pembatasan aktivitas di luar rumah.

Ada yang seharusnya merasakan rasa bahagia karena menghabiskan sisa waktu di SMP atau SMA. Ada yang seharusnya melaksanakan acara yang sudah dirancang sebelumnya. Ada yang seharusnya liburan semester bersama teman atau keluarga, dan masih banyak yang lainnya.

Berbagai rencana akhirnya ada yang gagal dan ada juga yang dirancang ulang menjadi bentuk online untuk mengurangi risiko penularan Covid-19. Adanya New normal pun tidak menjamin rencana kita akan lancar atau ekspektasi kita akan berubah menjadi kenyataan.

Rencana yang belum terwujud

Hal ini pun dirasakan oleh Dimas Iqbal, seorang mahasiswa Universitas Padjadjaran. Dia mengatakan bahwa rencananya banyak yang tidak sesuai dengan apa yang sudah dikonsep di awal dan bahkan ada yang gagal.

“Banyak banget rencana yang gak sesuai sama rancangan awal. Misalnya ada program kerja dan kerja praktek. Itu semua jadi harus diubah lagi konsepnya. Tadinya juga mau nyari buat kerja part time gitu tapi ya gara-gara Covid-19 ini jadi susah juga,” tuturnya.

Anisa, seorang mahasiswa Universitas Padjadjaran juga merasakan apa yang dirasakan oleh Dimas. Wanita yang senang berpartisipasi dalam berbagai acara di kampusnya ini merasa banyak rencana dari program kerja yang ia sudah buat menjadi gagal.

“Jujur aku agak kesel juga sih karena harusnya sekarang tuh lagi sibuk ngurusin penerimaan mahasiswa baru dan juga proker yang lain. Jadinya harus ngubah semua konsep awal jadi ke kegiatan online gitu,” ujar Anisa.

Kesempatan yang hilang

Jika mahasiswa merasakan adanya perubahan konsep program kerja yang sudah mereka rencanakan, berbeda dengan Karina yang sedih karena kesempatannya untuk menghabiskan waktu bersama temannya sudah hilang.

“Seharusnya aku sekarang lagi seneng-seneng sama temen SMA. Ya ngabisin waktu bareng gitu karena nanti pas kuliah kan kemungkinan bakal susah juga karena udah punya kesibukan masing-masing,” ujar Karina seorang siswa yang baru saja lulus dari salah satu SMA di Bandung.

Dia juga menambahkan, kesempatannya untuk merasakan proses penerimaan mahasiswa baru secara langsung juga telah hilang. Menurutnya, itu adalah kesempatan yang hanya bisa didapatkan sekali seumur hidup.

Mencari jalan yang baru

Rasa kecewa, sedih, dan marah pun dirasakan karena banyak rencana yang tidak berjalan sesuai keinginan. Terlebih lagi, bukan hanya satu atau dua rencana yang tidak tercapai karena adanya Covid-19, melainkan lebih dari itu.

Satu atau dua bukan hanya sekadar angka bagi rencana yang telah dibuat. Itu semua merupakan harapan untuk seseorang atau bahkan lingkungan sekitarnya.

Namun, kita sebagai manusia tentunya tidak boleh langsung menyerah karena adanya kegagalan atau ketidaksesuaian dari rencana kita. Kita harus mencari jalan yang lain agar setidaknya rencana atau harapan kita itu tidak menjadi sia-sia.

Dimas juga mengatakan, dia akan berusaha mencari tempat yang membuka lowongan untuk kerja part time. Selain itu, Anisa akan membuat konsep yang baru untuk berbagai program kerjanya yang akan dilaksanakan secara online.

Karina pun tetap harus menerima keadaan dan berusaha untuk berpikir positif. Dia mengatakan, bisa saja penerimaan mahasiswa baru secara online bisa menambah pengalaman baru dalam hidupnya.

Tetap berjuang

Adanya pandemi Covid-19 yang menghalang berbagai rencana kita bukanlah alasan untuk kita berhenti berjuang. Tentunya tidak mudah untuk menerima keadaan seperti ini. Semuanya harus diawali dengan penerimaan atas situasi seperti ini.

Cobalah untuk berfokus pada apa yang bisa kita kembangkan. Tulisan ini bertujuan untuk mengingatkan jika bukan hanya rencanamu yang gagal atau tidak sesuai ekspektasi. Maka dari itu, berjuanglah dan buktikan jika pandemi ini bukan penghalang untuk berkreasi.

“Apa pun yang terjadi, you have to get up, dress up, show up, and never give up,” (Merry Riana).

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel lainnya

dewanpers