web analytics
  

Umrah Masih Ditangguhkan Meski Saudi Sudah Masuki New Normal

Senin, 22 Juni 2020 11:10 WIB
Umum - Internasional, Umrah Masih Ditangguhkan Meski Saudi Sudah Masuki New Normal, Jemaah Umrah,Umrah,Catatan Umrah,Izin Umrah,Penangguhan Umrah

Jamaah dengan jumlah terbatas melaksanakan shalat dengan menjaga jarak di Masjidil Haram, Makkah, Selasa (5/5). Selama pandemi Covid-19 kerajaan Arab Saudi menutup akses kedua masjid suci dari umum. (Saudi Press Agency/Handout via Reuters)

MAKKAH, AYOBANDUNG.COM -- Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi telah resmi mencabut aturan jam malam di seluruh kerajaan sejak Ahad (21/6). Namun kegiatan umrah masih ditangguhkan.

Jam malam telah dicabut di seluruh negeri, termasuk di Makkah dan Jeddah. Sebelumnya, Makkah dan Jeddah selalu dalam penguncian dan penduduk hanya diizinkan meninggalkan rumah mereka untuk keperluan mendesak.

"Semua kegiatan ekonomi dan komersial akan diizinkan beroperasi dengan syarat, mereka benar-benar mematuhi tindakan pencegahan virus," kata Kementerian Dalam Negeri Saudi, dilansir dari Saudi Gazette, Senin (22/6/2020).

Kementerian Urusan Kota dan Pedesaan mengatakan, new normal mengizinkan tukang cukur dan salon kecantikan kembali dibuka. Laki-laki sudah bisa mengunjungi tukang cukur dan perempuan sudah bisa kembali mengunjungi salon sejak Ahad (21/6).

Kendati demikian lanjut Kementerian Dalam Negeri, larangan untuk umrah dan penerbangan internasional masih tetap ditangguhkan hingga pemberitahuan lebih lanjut. Selain itu perbatasan darat dan laut Saudi juga masih tetap ditutup.

"Kami meminta semua warga dan penduduk untuk mengunduh aplikasi Tabaud dan Tawakkalna untuk menerima instruksi kesehatan terbaru tentang virus corona," ujar Kementerian Dalam Negeri.

Kementerian juga kembali menekankan tentang langkah-langkah jarak sosial yang harus benar-benar dipatuhi. Perkumpulan orang tidak izinkan lebih dari 50 orang.

"Orang-orang juga harus mengenakan masker setiap saat ketika mereka keluar dari rumah ke tempat umum. Mereka yang melanggar salah satu tindakan pencegahan akan dihukum," ujar kementerian memperingatkan.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Rizma Riyandi

artikel terkait

dewanpers