web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Cegah WhatsApp Diretas, Tingkatkan Keamanan dengan 6 Cara Ini!

Senin, 22 Juni 2020 10:19 WIB

Cara meningkatkan keamanan WhatsApp agar tidak terkena peretasan. (Jorge Henao/Pixabay)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM WhatsApp bisa diretas oleh orang tak bertanggung jawab, namun Anda pun bisa meningkatkan keamanannya dengan 6 cara yang disediakan aplikasi pesan tersebut.

WhatsApp memiliki beberapa fitur penting untuk mengamankan layanannya. Dilansir laman Howtogeek.com, Senin (22/6/2020) berikut 6 cara untuk meningkatkan keamanan di WhatsApp:

1. Aktifkan verifikasi dua langkah

Buka aplikasi WhatsApp > klik tombol tiga titik di bagian kanan atas > klik Settings > Account > Two-step Verification > Enable.

Setelah mengaktifkan fitur ini, pengguna dapat secara opsional memasukkan alamat email. Email tersebut akan memungkinkan WhatsApp memgirim tautan melalui email untuk menonaktifkan verifikasi dua langkah jika pengguna lupa PIN dan untuk membantu melindungi akun.

2. Fitur sensor sidik jari

Selain 2FA, pengguna bisa mengamankan WhatsApp dengan mengaktifkan fitur sensor sidik jari. Fitur ini dapat digunakan jika smartphone pengguna memiliki dukungan sistem keamanan sidik jari pada perangkat.

Untuk mengaktifkan sensor sidik jari, buka WhatsApp > klik tombol tiga titik di bagian kanan atas > klik Settings > Account > Privacy > pilih menu Fingerprint Lock.

3. Fitur Touch atau Face ID

Pengguna iPhone dapat menggunakan fitur Touch atau Face ID untuk mengamankan WhatsApp.

Untuk mengaktifkannya, akses menu Settings > Account > Privacy > Screen Lock > pilih opsi Require Face ID atau Require Touch ID.

4. Atur fitur Auto Grup Addition

Fitur Auto Grup Addition akan membuat pengguna rentan mendapatkan link atau tergabung dalam grup WhatsApp yang berbahaya.

Karena itu, pengguna harus mengatur fitur tersebut agar tidak ada siapa pun yang dapat menambahkan pengguna tanpa izin. Untuk menonaktifkannya, akses menu Settings > Account > Privacy > Groups > pilih opsi Nobody atau pilih beberapa kontak yang pengguna percayai.

5. Cek riwayat masuk WhatsApp di web

Selain itu, pengguna harus secara teratur mengecek aktivitas atau riwayat masuk WhatsApp di perangkat yang pernah digunakan, salah satunya di web untuk melihat apakah ada aktivitas yang mencurigakan.

Untuk mengeceknya, pengguna dapat mengklik tombol tiga titik di bagian kanan atas > pilih menu WhatsApp web.

Dari sana, pengguna dapat melihat daftar riwayat masuk pengguna. Jika pengguna merasa itu pernah mengakses WhatsApp di tempat umum atau perangkat orang lain, pastikan untuk menekan opsi Log-out.

6. Waspadai tautan mencurigakan

Tautan atau link mencurigakan yang dikirim oleh kontak yang belum tepercaya dengan keterangan "Forwarded" atau pesan yang diteruskan juga patut diwaspadai.

Jika pengguna asal mengeklik tautan tersebut, itu akan rentan terhadap smishing atau semacam phising yang bisa mencuri data pribadi pengguna.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel lainnya

dewanpers