web analytics
  

Bahayakah Minum Kopi saat Perut Kosong?

Senin, 22 Juni 2020 06:11 WIB
Gaya Hidup - Sehat, Bahayakah Minum Kopi saat Perut Kosong?, Manfaat Kopi,Sarapan,Sakit perut,Perut Kosong

[Ilustrasi] Meminum kopi saat perut kosong alias belum terisi. (Pixabay)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM – Bahayakah meminum kopi saat perut kosong alias belum terisi? Padahal, kopi bisa meringankan rasa lelah, meningkatkan suasana hati, fungsi otak, hingga kinerja olahraga.

Bahkan kopi juga bermanfaat melindungi penyakit seperti diabetes hingga penyakit jantung. Oleh sebab itu, banyak yang mengkonsumsinya saat pagi dan sore. Namun demikian, muncul berbagai perdebatan mengenai bahaya minum kopi kala perut masih kosong.

Dilansir dari Healthline, Senin (22/6/2020) sebuah penelitian menunjukkan bahwa kepahitan kopi dapat merangsang produksi asam lambung. Dengan alasan tersebut, orang percaya bahwa kopi mampu mengiritasi perut dan lambung.

Akan tetapi, dari penelitian tersebut, belum ditemukan atau gagal menemukan, hubungan kopi dengan masalah pencernaan, terlepas ketika mengkonsumsinya saat perut kosong.

Meski banyak yang meminum kopi tanpa didahului dengan makan dan tak mendapat efek apapun, namun sebagian orang dinilai sangat sensitif ketika meminum kopi secara teratur, termasuk ketika belum mendapat asupan makan, yang menyebabkan mereka mendapat rasa mulas, gangguan pencernaan hingga gejala lainnya.

Karena itu, penting bagi semua orang untuk memperhatikan bagaimana tubuh merespons efek dari kopi tersebut. Terlepas dengan meminum kopi tanpa didahului makan atau dengan asupan terlebih dahulu.

Lebih jauh, dengan meminum kopi saat perut kosong, dinilai dapat meningkatkan hormone stress kortisol. Hormone tersebut diproduksi kelenjar adrenalin dan membantu tekanan darah hingga kadar gula darah.

Namun demikian, tingkat kronis dari hal tersebut dapat memicu lebih banyak masalah kesehatan, termasuk keropos tulang, darah tinggi, hingga diabetes dan penyakit jantung.

Kadar kortisol secara alami memuncak pada waktu Anda bangun, dan menurun sepanjang hari, hingga akhirnya memuncak lagi selama fase awal tidur. Akan tetapi, menariknya, kopi dapat merangsang produksi kortisol. Karena itu, beberapa orang mengklaim bahwa meminumnya saat pagi, ketika kadar kortisol sudah tinggi, bisa berbahaya bagi kesehatan.

Kopi nyatanya juga memiliki efek samping potensial lainnya, mulai dari kafein yang membuat kecanduan dan beberapa orang dengan gen tertentu yang sangat peka terhadapnya. Hal tersebut karena asupan kopi secara teratur pada tubuh dapat mengubah kimia dalam otak.

Berdasarkan fakta lain, minum terlalu banyak kopi juga dapat menimbulkan kegelisahan, jantung berdebar lebih kencang, dan panik yang semakin memburuk. Untuk alasan tersebut, para ahli sepakat untuk membatasi asupan kafein pada tubuh, dengan mengkonsumsinya sekitar 400 mg per hari, atau setara dengan 4-5 cangkir (0,95-1,12 liter) kopi.

Karena efeknya dapat bertahan hingga 7 jam pada orang dewasa, kopi juga dapat mengganggu tidur, terutama jika meminumnya di siang hari. Kafein dapat lebih mudah melewati plasenta dan efek dari kopi itu, dapat bertahan dalam waktu belasan jam lebih lama dari waktu biasanya bagi wanita hamil dan bayinya.

Oleh sebab itu, wanita hamil dianjurkan membatasi asupan kopi menjadi satu hingga dua cangkir per harinya, atau sekitar 240 hingga 480 ml per hari. Dari seluruh fakta tersebut, perlu diingat bahwa minum kopi saat perut kosong, tidak begitu berpengaruh pada frekuensi efek tadi.

Meski mitos meminum kopi sebelum makan itu berbahaya, hanya sedikit bukti ilmiah yang menunjukkan meminumnya dengan perut kosong dapat berbahaya.

Sebaliknya, hal tersebut lebih dimungkinkan jika efek yang muncul, tergantung dari bagaimana kondisi tubuh saat meresponsnya. Alhasil, perlu menyesuaikan rutinitas harian dan tubuh dengan minum kopi, utamanya bagi kepentingan tubuh.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: M. Naufal Hafizh
dewanpers