web analytics
  

Arab Saudi Masih Tutup Umrah Meski Ekonomi Kembali Dibuka

Senin, 22 Juni 2020 05:47 WIB

Aktivitas Umrah. (Adi Ginanjar/Ayobandung.com)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Arab Saudi masih menutup ibadah Umrah meski negara tersebut sudah membuka kegiatan ekonomi dan perkantoran sejak Minggu (21/6/2020).

"Mulai jam 06.00 pagi, kegiatan ekonomi dan perkantoran dibolehkan berjalan. Tapi, dengan ketentuan tetap menjaga protokol kesehatan dan physical distancing," ujar Konsul Haji KJRI Jeddah, Endang Jumali, seperti dikutip dari Republika.co.id, Senin (22/6/2020).

Endang menyebut, larangan umat Muslim ibadah Umrah dan ziarah merupakan hasil evaluasi dari segi kesehatan.

Selain Umrah dan ziarah, Saudi masih menutup penerbangan Internasional. Termasuk yang ditutup adalah perbatasan, baik darat maupun laut.

"Saudi juga mengumumkan akan memberlakukan sanksi bagi yang melanggar ketentuan," ucap Endang.

Ditanya tentang keputusan pelaksanaan haji 2020, Endang mengatakan, belum ada informasi resmi apapun dari Saudi. Menurutnya, kasus positif Covid-19 di Saudi masih cukup tinggi.

Bahkan, dalam satu pekan terakhir, kasus baru di Kerajaan Saudi rata-rata di atas dua ribu positif Covid-19 per hari.

Sebelumnya, diberitakan perusahaan asuransi kesehatan Arab Saudi, Tawuniya, mendirikan 21 pusat pengujian Covid-19 yang berbentuk drive-thru atau layanan tanpa turun (lantatur) di Arab Saudi.

Langkah ini diambil untuk mendukung upaya Departemen Kesehatan untuk melakukan pengujian massal seiring meningkatnya jumlah kasus baru. 21 pusat pengujian itu dibangun dan dibiayai Tawuniya. Beberapa di antaranya telah mulai beroperasi di Riyadh, Jeddah, Makkah, Madinah, Abha dan Dammam.

CEO Tawuniya, Abdul Aziz Al-Boug, mengatakan, pendirian 21 pusat pengujian itu adalah cara pihaknya memanfaatkan sumber daya materi maupun manusia dalam mendukung upaya pemerintah.

"Upaya pengujian massal yang dilakukan kementerian adalah salah satu strategi paling penting yang membantu dalam memantau kasus-kasus di mana diduga ada infeksi," kata Al-Boug, dilansir di Arab News, Jumat (19/6/2020).

Setiap pusat bisa melakukan pengujian Covid-19 kepada 8.000 orang. Sementara itu, pengetesan sampel bisa dilakukan hingga 20.000 per hari.

Setiap pusat berisi 10 hingga 14 trek mobil, serta trek khusus untuk orang-orang dengan kebutuhan khusus dan lansia. Untuk menggunakan layanan ini, masyarakat harus mendaftar di aplikasi Sehaty atau menelepon 937 untuk informasi lebih lanjut.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Sumber: Republika.co.id
Editor: M. Naufal Hafizh

artikel lainnya

dewanpers