web analytics
  

Pahala Mana yang Paling Besar, Beri Sedekah atau Utang?

Senin, 22 Juni 2020 05:27 WIB
Umum - Nasional, Pahala Mana yang Paling Besar, Beri Sedekah atau Utang?, Sedekah,Utang,Pengemis

[Ilustrasi] Di antara memberi sedekah atau utang, tindakan mana yang paling banyak mengandung pahala? (Pixabay)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Di antara memberi sedekah atau utang, tindakan mana yang paling banyak mengandung pahala?

Banyak sekali masalah yang timbul akibat urusan utang-piutang. Oleh karena itu umat Islam sangat penting mengetahui ilmu dan adab-adab berutang agar tidak menimbulkan kemudaratan.

Terdapat beberapa hadis yang menyatakan anjuran untuk memberikan pinjaman sukarela tanpa mengharapkan imbalan atau mendapatkan keuntungan. Ustaz Muhammad Abdul Wahab Lc dalam buku "Berilmu Sebelum Berhutang" yang diterbitkan Rumah Fiqih Publishing menjelaskan pahala memberi utang dan sedekah.

"Ibnu Mas'ud meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda, tidaklah seorang Muslim yang meminjamkan Muslim (lainnya) dua kali kecuali yang satunya adalah (senilai) sedekah." (HR. Ibnu Majjah)

Ustaz Wahab menerangkan, pada hadis di atas Nabi Muhammad SAW menjelaskan bahwa pahala 2 kali mengutangkan sama dengan pahala satu kali sedekah. Dari situ dapat dipahami bahwa pahala sedekah lebih besar daripada pahala mengutangkan.

Menurutnya, hal tersebut masuk akal karena orang yang menyedekahkan hartanya, pada umumnya, tidak mengharapkan pengembalian karena ikhlas begitu saja. "Sedangkan orang yang menghutangkan, tentu berharap harta yang diutangkannya itu akan dikembalikan di kemudian waktu," ujarnya.

Namun, dalam kesempatan lain, Rasulullah menemukan kenyataan berbeda. Ketika Nabi melaksanakan Isra Mikraj, Nabi sempat diajak jalan-jalan ke surga. Di salah satu pintu surga Nabi menemukan sebuah tulisan yang terasa agak janggal.

Isi tulisan tersebut bertentangan dengan apa yang selama ini Nabi ketahui bahwa pahala sedekah lebih besar dari pahala mengutangkan. Tulisan tersebut malah menyatakan sebaliknya, Nabi pun heran dan langsung menanyakan hal tersebut kepada malaikat Jibril.

"Anas bin Malik berkata bahwa Rasulullah bersabda, aku melihat pada waktu malam diisrakan, pada pintu surga tertulis sedekah dibalas sepuluh kali lipat dan qardh delapan belas kali. Aku bertanya, wahai Jibril, mengapa qardh lebih utama dari sedekah? Dia menjawab, karena peminta, meminta sesuatu padahal ia punya, sedangkan yang meminjam tidak akan meminjam kecuali karena keperluan." (HR. Ibnu Majjah).

Ustaz Waham menjelaskan, dalam hadis di atas malaikat Jibril menjelaskan bahwa bisa jadi pinjaman yang diberikan kepada orang yang sedang membutuhkan, lebih besar pahalanya daripada pahala sedekah. Karena orang yang meminjam, biasanya dalam keadaan butuh. Sehingga pinjaman yang kita berikan lebih tepat guna.

Sedangkan sedekah, bisa jadi orang yang meminta-minta sedekah itu bukan orang miskin atau sedang dalam keadaan butuh. Bahkan dalam beberapa kasus, pengemis yang meminta-minta di jalanan di kota-kota besar yang pakaiannya terlihat lusuh, compang-camping, ada yang membawa anak kecil yang tertidur atau mungkin sengaja dibuat tidur, ternyata di kampung halamannya punya rumah mewah lengkap dengan kolam renang. Memang pada dasarnya, beberapa pengemis di lampu merah itu tidak mengemis karena terpaksa melainkan sudah menjadi profesi dan memang passion-nya dalam bidang itu.

"Sehingga masuk akal jika dalam hadis di atas dikatakan bahwa pahala meminjamkan kadang-kadang lebih besar dari pahala sedekah," ujarnya.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Sumber: Republika.co.id
Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers