web analytics
  

Polisi Hadang Wisatawan Luar Jabar di Lembang

Minggu, 21 Juni 2020 16:10 WIB Tri Junari

Ilustrasi -- Polisi Hadang Wisatawan (Irfan Al-Faritsi)

LEMBANG, AYOBANDUNG.COM -- Polisi bersiaga untuk menghadang wisatawan asal luar Jawa Barat masuk objek wisata. Hal ini untuk mengantisipasi pelanggaran Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di kawasan wisata Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Kapolres Cimahi AKBP M Yoris Maulana Yusuf Marzuki mengatakan, 540 personel Polisi bersiaga di tiap objek wisata yang ada di Lembang. Keterlibatan pihak kepolisian dan TNI dalam pengawasan objek wisata untuk sebagai antisipasi adanya pelanggaran selama transisi new normal. 

"Sejak persiapan pembukaan objek wisata kami sudah bersiaga. Total personel yang dilibatkan sebanyak 540 personel, ditempatkan di objek wisata dan pusat keramaian lainnya," ungkap Yoris Minggu (21/6/2020).

Personel kepolisian nantinya akan melakukan pengecekan pelat nomor kendaraan yang akan masuk objek wisata. Jika berasal dari luar Jawa Barat, maka akan langsung disuruh memutar balik. 

"Terutama untuk menyaring kendaraan pengunjung, kita antisipasi yang berasal dari luar Jabar karena memang belum boleh masuk. Sampai saat ini ada puluhan kendaraan pengunjung asal luar Jabar yang diputarbalik, berdasarkan laporan anggota di lapangan," katanya. 

Pengunjung juga saat ini masih mematuhi aturan penerapan protokol kesehatan, seperti penggunaan masker dan menjaga jarak saat berkunjung ke objek wisata. 

"Kita lakukan pendekatan persuasif untuk mengingatkan masyarakat terus menerapkan protokol kesehatan. Sampai saat ini masih patuh, tapi ada sebagian kecil yang memang sudah tidak peduli pada protokol kesehatan juga dan itu kita tegur," bebernya. 

Yoris memprediksi akhir pekan kali ini kunjungan wisatawan ke objek wisata belum terlalu ramai. Sebab masyarakat ada yang masih ragu untuk datang, namun menurutnya volume kendaraan akan mengalami peningkatan. 

"Sekarang seminggu setelah pembukaan mungkin masih belum terlalu ramai, masih dalam masa adaptasi dan penjajakan lagi. Tapi volume kendaraan ada peningkatan, hampir 100 persen dibanding sebelumnya," tandasnya.

Editor: Dadi Haryadi
dewanpers