web analytics
  

Kajian Epidemiologi, Covid-19 Bogor Diprediksi Meningkat Juli-Agustus

Minggu, 21 Juni 2020 12:43 WIB
Umum - Regional, Kajian Epidemiologi, Covid-19 Bogor Diprediksi Meningkat Juli-Agustus, Corona Bogor,Covid-19 Kota Bogor,penyebaran covid-19 kota bogor,Wali Kota Bogor Bima Arya,Republika Ayobandung

Wali Kota Bogor Bima Arya (Dok. Humas Setda Kota Bogor)

BOGOR, AYOBANDUNG.COM -- Wali Kota Bogor Bima Arya mengungkapkan bahwa terdapat kajian dari tim ahli epidemiologi yang menyebut penyebaran Covid-19 Kota Bogor berpotensi meningkat lagi.

Karena itu, Pemerintah Kota Bogor melakukan sejumlah langkah antisipasi dalam menyikapi itu, termasuk kenaikan kasus positif Covid-19 Kota Bogor khususnya dalam 10 hari terakhir.

"Dari hasil kajian tim ahli epidemiologi penyebaran virus Covid-19 akan meningkat lagi Kota Bogor pada Juli sampai Agustus 2020," kata Bima dalam pernyataan yang disampaikan di Kota Bogor, Minggu (21/6/2020).

Menurut dia, guna mengantisipasi peningkatan penyebaran Covid-19 pada Juli hingga Agustus 2020 hanya bisa dilakukan dengan mencegah transmisi lokal, yakni interaksi manusia dari luar kota Bogor ke Kota Bogor.

Pemkot Bogor, kata Bima, harus melakukan langkah-langkah antisipasi guna menekan kenaikan penyebaran Covid-19 dan mengendalikannya agar tetap landai.

"Targetnya, buka bukan mengejar angka positif Covid-19 menjadi rendah, tapi berikhtiar agar lebih banyak warga Kota Bogor yang selamat," katanya.

Ia menjelaskan, Pemkot Bogor akan melakukan tiga langkah antisipasi, yakni penguatan mitigasi infeksi, melakukan tes usap (swab) lebih masif, serta terus melakukan kampanye penerapan protokol kesehatan di masyarakat.

Menurut dia, pada penguatan mitigasi infeksi, dilakukan dengan membangun sistem lacak dan pantau melalui surveilas. "Kami melakukan penguatan pasukan di lapangan yang disebut deteksi aktif (detektif) Covid-19. Pada tim detektif Covid-19 ada unit melacak dan unit pemantau," katanya.

Tugas unit pelacak adalah melacak orang-orang yang teridentifikasi positif Covid-19. "Tim pelacak ini bekerja menentukan ODP (orang dalam pemantauan) semaksimal mungkin dan seakurat mungkin setelah diketahui adanya kasus positif," katanya.

Kemudian, tim pemantau, tugasnya adalah memastikan agar orang-orang yang ODP tetap dipantau dan tidak ke mana-mana selama 14 hari. "Unit pemantau ini anggotanya ada 822 orang di seluruh Kota Bogor, yakni merekrut tenaga sukarelawanuntuk menguatkan tim di puskesmas," katanya.

Tim pelacak dan tim pemantau ini diharapkan terus bekerja secara intensif dan efisien dalam mengidentifikasi penyebaran Covid-19 di Kota Bogor.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

terbaru

Polisi Bubarkan Bentrokan Geng Motor di Kota Tasikmalaya

Regional Senin, 8 Maret 2021 | 16:15 WIB

Kedua kelompok tersebut baku hantam hingga 2 orang di antaranya mengalami luka-luka dan di bawa ke rumah sakit.

Umum - Regional, Polisi Bubarkan Bentrokan Geng Motor di Kota Tasikmalaya, Bentrokan,Geng Motor,Tasikmalaya,Polisi

Polsek Cihideung Amankan 6 Pelaku Perampasan Motor

Regional Senin, 8 Maret 2021 | 15:34 WIB

Polisi mendapat laporan dari orang tua korban yang melihat sepeda motor anaknya yang dirampas ada di Jalan Gubung Sabeul...

Umum - Regional, Polsek Cihideung Amankan 6 Pelaku Perampasan Motor, perampasan sepeda motor,Kompol Zenal Muttaqin,perampasan sepeda motor di Tasikmalaya,restorative justice

Sejumput Kisah Heroik yang Menyelimuti Tugu Pahlawan

Regional Senin, 8 Maret 2021 | 14:45 WIB

Perang yang berlangsung puluhan tahun silam itu bukanlah perang yang melibatkan para tentara saja, tetapi warga sipil ju...

Umum - Regional, Sejumput Kisah Heroik yang Menyelimuti Tugu Pahlawan, Tugu Pahlawan,Surabaya,Kisah Heroik,Sejarah

Kasus Klaster Pesantren di Indramayu Bertambah

Regional Senin, 8 Maret 2021 | 09:45 WIB

Semula, klaster pesantren hanya terjadi di Ponpes Abdurahman Basuri. Namun, kasus serupa  juga terjadi di Ponpes Al Urwa...

Umum - Regional, Kasus Klaster Pesantren di Indramayu Bertambah, Klaster pesantren Jabar,Klaster pesantren Covid-19,Klaster pesantren Indramayu,Covid-19 Indramayu

Longsor Kawasan Wisata Panyaweuyan Tak Kunjung Ditangani

Regional Senin, 8 Maret 2021 | 09:00 WIB

Tak cuma akses jalan, warga yang mencari peruntungan lewat objek wisata pun merasa terganggu karena pendapatan jadi berk...

Umum - Regional, Longsor Kawasan Wisata Panyaweuyan Tak Kunjung Ditangani, Lembah Panyaweuyan,longsor Lembah Panyaweuyan,longsor Majalengka,bencana Majalengka

Selama Setahun, 150 ASN di Pemkab Cianjur Terpapar Covid-19

Regional Minggu, 7 Maret 2021 | 20:38 WIB

Selama Setahun, 150 ASN di Pemkab Cianjur Terpapar Covid-19

Umum - Regional, Selama Setahun, 150 ASN di Pemkab Cianjur Terpapar Covid-19, COVID-19,cianjur

Langgar Prokes, Lomba Kicau Burung di Cianjur Dibubarkan Polisi

Regional Minggu, 7 Maret 2021 | 20:09 WIB

Langgar Prokes, Lomba Kicau Burung di Cianjur Dibubarkan Polisi

Umum - Regional, Langgar Prokes, Lomba Kicau Burung di Cianjur Dibubarkan Polisi, lomba kicau burung cianjur,Prokes Covid-19,Polres Cianjur,kicau burung cianjur dibubarkan,COVID-19,Berita Cianjur

Kisruh Pemalsuan Tandatangan, Uu Datangi Pertambangan Leuweung Keusik

Regional Minggu, 7 Maret 2021 | 14:37 WIB

Kedatangan Uu langung disambut ratusan warga Desa Padakembang yang menolak pertambangan.

Umum - Regional, Kisruh Pemalsuan Tandatangan, Uu Datangi Pertambangan Leuweung Keusik, Pemalsuan Tanda Tangan,Uu Ruzhanul Ulum,Pertambangan Leuweung Keusik,Pertambangan Tasikmalaya
dewanpers